- Chapter 1. INTRODUCTION TO INFORMATION SYSTEMS
- Chapter 2. INFORMATION SYSTEMS FOR COMPETITIVE ADVANTAGE
- Chapter 3. USING INFORMATION TECHNOLOGY TO ENGAGE IN ELECTRONIC COMMERCE
- Bagian 4. PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI DENGAN PERSPEKTIF PEMAKAI
Bahan UTS Semester Ganjil 2008/09 “Sistem Informasi Manajemen”
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Januari 13, 2009
Ditulis dalam Modul Sistem Informasi Manajemen | 2 Komentar »
Terbelenggu Oleh Pikiran Buruknya Sendiri
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada September 19, 2008
Kehidupan seperti panggung sandiwara. Ada Si kaya dan Si miskin. Ada Pengusaha dan ada karyawan. Ada Pemodal dan ada pekerja. Sepertinya hidup selalu berpasang-pasangan, siang-malam, benci-rindu, baik-buruk, salah-benar, sukses-gagal, untung-rugi dan lain sebagainya.
Hidup merupakan pilihan. Pilihan seseorang diwujudkan tidak sekedar ucapan semata, tetapi harus di buktikan dengan usaha. Gagasan perlu tetapi jauh lebih perlu adalah ikhtiar. Pilihan hidup seseorang dapat dilihat dari ikhtiar yang dikerjakannya.
Ia akan sukses kalau ikhtiarnya postitif dan akan gagal jika ikhtiarnya negatif. Ikhtiar Positif tentunya diawali Pikiran positif (the positive thinking). Kekuatan pikiran positif adalah maha dahsyat, sebaliknya pikiran buruk adalah maha menghancurkan. Pekerjaan yang diselimuti dengan pikiran buruk sudah dapat dipastikan hasilnyapun buruk. Jikalau tidak, tender yang dimenangkannya akan membawa masalah besar dikemudian hari. Seperti melonjaknya harga bahan, bencana alam, tak solidnya SDM, pengusutan KPK dan sebagainya. Contoh terbaru terdengan kabar Eksekutif Lippo tertangkap basah memberikan uang suap kepada M. Iqbal anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).
Tanpa disadari kegagalan banyak orang selama ini berawal karena ketidakyakinan mereka dengan apa yang mereka miliki. Sumberdaya yang dimiliki tidak mereka disyukuri dan diproses secara optimal mungkin. Mereka melangkah dengan keraguan bukan optimisme. Mereka terbelenggu oleh pikiran buruknya sendiri.
Bagaimana mungkin pihak lain akan menilai baik jika yang bersangkutan sendiri menggambarkan dirinya sendiri sosok yang buruk rupa dan menjijikkan.
Sebaliknya ketersedian sumberdaya yang cukupan saja, tetapi dikelola oleh sosok yang terbebas oleh pikiran buruknya cenderung menjadi sosok yang berhasil dan menjanjikan. Selanjutnya syarat penting yang tidak boleh diabaikan adalah kemampuan manajerial, yaitu kemampuan mengelola sumberdaya secara efektif, efisien dan produktif.
Mudah-mudah kita termasuk yang terbebas oleh pikiran buruk. Amin !
Ditulis dalam Opini | 4 Komentar »
Petarung dan Pecundang
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada September 15, 2008
Tak selalu yang dikatakan menjadi kenyataan. Itu pemandangan sehari-hari. Kegagalan-kegagalan datang silih berganti. Bedanya bagi yang memiliki banyak tabungan akan lebih lama bangkrut daripada orang tak suka menabung. Ketika evaluasi kinerja dilakukan, kebanyakan mereka sibuk mencari kambing hitam daripada intropeksi diri.
Kasihan sekali nasib kambing hitam. Sering disebut oleh pecundang bukan petarung.
Pebisnis ataupu petarung hakekatnya sama, yaitu bagaimana menundukkan masalah. Masalah utama pebisnis adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah produk atau jasa yang di ciptakannya. Sumberdaya perusahaan meliputi uang, bahan, mesin, manusia, teknologi, metode dan pasar. Pengelolaan sumberdaya oleh pebisnis harus dilakukan secara efektif, efisien dan produktif. Petarung bisnis adalah sosok yang dapat diandalkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Kondisi tersulit sekalipun Sang Petarung bisnis sejatinya mampu mengendalikan resiko bisnis pada tingkat aman dan merubahnya menjadi peluang jitu yang selajutnya diproses lebih lanjut dengan mengoptimalkan kekuatan internal dan antisipatif terhadap kelemahan internal.
Bagi Petarung bisnis tidak ada kamusnya kambing hitam. Yang tersedia didepan mata adalah bagaimana mengubah kesempatan menjadi kenyataan positif. Bagaimana meningkatkan nilai atas bisnis yang digeluti. Nilai hakiki dalam sebuah bisnis baginya bukan selalu keuntungan material saja, yang lebih mulia dari pebisnis adalah bagaimana dapat memperluas manfaat transaksi bukan saja terbatas hanya penjual ataupun pembeli tetapi juga karyawan, pemerintah ataupun masyarakat yang terkait lainnya.
Petarung bisnis tidak menjadikan Laba sebagai Tuhan. Laba adalah imbalan kerja pantas dan sebagian diantaranya adalah titipan masyarakat lain yang kurang beruntung. Jadi bagi petarung bisnis keutungan bukan lah merupakan sebuah kemenangan, kemenangan sesungguhnya adalah bagaimana pengelolaan atas keuntungan.
Sebaliknya Pecundang bisnis menganggap keuntungan adalah kemenangan, sehingga ia merasa dirinyalah yang paling pantas menikmatinya.
Andakah Orang Nya, Sang Petarung Bisnis !
Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »
Marhaban yaa Ramadhan
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada September 3, 2008
Ketidakpuasan terhadap sesuatu hal biasanya akan memicu amarah dan kekesalan seseorang. Jika amarah tak terkendali dan melibatkan orang lain, maka dapat dipastikan masalah tersebut semakin melebar dan sulit untuk dihentikan.
Baru-baru ini terekam di berbagai media cetak maupun elektronik Presiden SBY tak kuasa Manahan amarahnya dengan menegur pembantunya di forum rapat kabinet. Beberapa tahun lalu, di perhelatan besar PGRI di Solo, Wapres JK begitu marah mendengar Bapak Winarno Surachmad baca puisi tentang sekolah seperti kandang ayam.
Sebelum era reformasi, Presiden Soeharto pernah marah-marah sampai- sampai anaknya Bang Ali pun dilarang meminjam uang ke bank. Siapa pun yang ingin Pak Harto hadir dalam pesta pernikahan anak mereka, pada acara terkait seluruh tokoh Petisi 50 dilarang datang.
Terlepas marah dengan alasan apapun, sejatinya marah di picu oleh perasaan ketiadakpuasan yaitu lebih tingginya harapan daripada kenyataan. Di era modern semestinya rasionalitas dan pikiran kritis dikedepankan sehingga tak ada lagi bentuk kekerasan apa pun yang terjadi akibat emosi tanpa dasar.
Kemarahan ataupun kekerasan dapat muncul dimana saja tidak terkecuali di dunia bisnis, tercatat beberapa peristiwa yang memicu investor asing hengkang dari bumi tercinta ke negeri seberang yang lebih menjamin kepastian keamanan, regulasi ataupun kenyamanan atas pungli dsb.
Di lain pihak nafsu serakah segelintir orang mampu mengundulkan hutan-hutan dan merusak gunung dengan dalih pemanfaatan hasil alam. Kontrak tambang tembaga yang sesungguhnya dibalik kontrak tembaga tersebut potensi pasir emas dan sebagainya yang dikelola secara serampangan dan mengabaikan keselarasan lingkungan. Sebagaimana dapat dilukiskan oleh ref. lagu ayo bangkit:
Hasil Bumi Ia kuras
Karya Anak negeri
Ia campakkan
Kini anak negeri menjerit
Bangsaku semakin
Terjepit
Ayo kita bangkit 2x
Marhaban yaa Ramadhan, Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan. Selamat menjalankan Ibadah Puasa Semoga Allah S.W.T. memasukkan kita kepada orang-orang pilihannya. Amien !
Ditulis dalam Religius | Leave a Comment »
Pentingnya Membangun Tim yang solid
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Agustus 23, 2008
Tak dapat dipungkiri bahwa pemimpin organisasi menganggap pentingnya kehadiran para bawahan. Bawahan tidak sekedar orang yang diperintah, tetapi jauh daripada itu, bawahan merupakan variabel kunci sukses tidaknya misi yang diemban oleh para atasan.
Keberadaan dan dukungan staf dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi para manajer. Tetapi jika salah urus, maka akan menjadi malapetaka organisasi. Fungsi rekruitment merupakan pintu masuk apakah karyawan baru tersebut dapat bersinergi posistif atau negatif. Setelah fungsi kepegawaian yang lain seperti fungsi orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, promosi jabatan, konpensasi, dan pemeliharaan sudah laksanakan dengan baik, maka aspek kepemimpinan-lah yang menjadi penentu keberhasilan sebuah organisasi.
Tak heran jika para atasan mengeluh karena bawahannya tidak becus bekerja. Setiap tugas yang diberikan tak pernah tuntas. Jika hal itu dilanjutkan ke pola pembinasaan bukan pembinaan, maka berapa orang karyawan yang di pecat dan berapa orang di angkat sebagai pegawai baru setiap harinya.
Akankah lebih bijak bagi semua pihak, jika otoritas pemimpin digunakan terlebih dahulu untuk melakukan upaya self correction, yaitu bagaimana melakukan koreksi ke dalam terlebih dahalu dan selanjutnya baru melihat secara mendalam aspek-aspek bawahan itu sendiri.
Yang dimaksud koreksi kedalam bukan saja aspek internal pemimpin itu sendiri, tetapi juga sistem kerja yang dikembangkan dalam organisasi. Mengapa demikian karena sistem kerja yang didukung oleh Standard Operating Procedure (SOP) dapat memperkecil kesalahan kerja dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi serta produktifitas kerja.
Stabilitas organisasi jauh lebih penting dari pada hadirnya pemimpin yang atraktif dan reaktif. Organisasi lebih membutuhkan sikap proaktif baik atasan maupun bawahan. Sehingga tercipta sinergi dan harmoni menuju terwujudnya efektifitas, efisiensi dan produktifitas organisasi.
Tetapi sangat sayang belum banyak organisasi yang memiliki sistem kerja yang kuat. Bagaimana Organisasi Anda ! Semoga sukses selalu !
Ditulis dalam Opini | 2 Komentar »
KULIAH GRATIS ? STIE-TN KAMPUSNYA ?
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Agustus 6, 2008
Program Beasiswa Sampai Tamat atau seringkali kampus lain menyebutnya KULIAH GRATIS ? Kenapa Nggak ! Program ini merupakan ciri khas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tunas Nusantara “Kampus Jingga” Kampus Beasiswa – Kampus Wirausaha.
Program Beasiswa Prestasi ini di berikan kepada seluruh (100%) mahasiswa program studi Akuntansi jenjang (D-3) mulai tahun 2001 sampai sekarang. Selanjutnya program studi ini memiliki tiga kekhususan, yaitu : Akuntansi Keuangan dan Auditing, Akuntansi Perpajakan, dan Akuntansi Komputer. Mulai Tahun Akademik 2006/07 sampai sekarang program studi ini mendapat kepercayaan sekitar 382 alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara untuk melanjutkan studi dari jenjang diploma I ke jenjang Diploma 3 .
Sedangkan para mahasiswa Program studi Manajemen jenjang (S-1) baru dapat kesempatan mengikuti program Beasiswa pada tahun 2005 sampai sekarang. Kekhususan program Beasiswa program studi manajemen adalah Pendidikan berbasis Kewirausahaan. Pada awalnya program ini berisikan tiga kegiatan utama, yaitu: Perkuliahan, pelatihan dan Pemagangan Bisnis. Berikutnya pendidikan basis kewirausahaan ini dikembangkan bukan saja untuk mencetak Entrepreneuship tetapi juga Intraprenership. Mahasiswa yang berorientasi pada pekerjaanpun tepat kiranya memilih Kampus ini. Kekhususan pada program studi ini meluas bukan saja manajemen kewirausahaan tetapi juga meliputi: Manajemen Industri, Manajemen Pemerintahan, Manajemen Keuangan, Manajemen Perpajakan, Manajemen Perbankan Syariah, dan Sistem Informasi Manajemen.
Sehingga tidak keliru jika sivitas akademiki memiliki Motto: Kuliah Dengan Beasiswa Tamat Jadi Wirausaha. Berikut ini disampaikan daftar uraian, prasyarat, dan jadual pelaksanaan penerimaan mahasiswa Baru program Beasiswa Tahun akademik 2008/08 :
Tabel 1.
Daftar Uraian, Prasyarat, dan Jadual
Pelaksanaan Program Beasiswa
Di Lingkungan STIE Tunas Nusantara Jakarta
Tahun Akademik 2008/09
|
No |
Uraian. Prasyarat, dan Jadual |
Jenis Beasiswa |
Keterangan |
|||
|
A |
B |
C |
D |
|||
|
1 |
Lulusan SLTA Sederajat |
v |
v |
v |
v |
|
|
2 |
Umur Maksimal 21 Tahun |
v |
v |
v |
v |
Terhitung 1 September 2008 |
|
3 |
Nilai Rapor 7,0 pada 2 dari 6 Semester |
v |
- |
- |
- |
Bebas dan boleh acak |
|
4 |
Surat Rekomendasi Sekolah |
- |
v |
- |
- |
Tanda tangan Kepala Sekolah |
|
5 |
Mengisi dan Menyerahkan Berkas, berupa: |
|
|
|
|
|
|
|
a. Foto Copy Ijazah SLTA berlegalisir |
v |
v |
v |
v |
Tiga lembar |
|
|
b. Pas Photo 2×3, 3×4, 4×6 |
v |
v |
v |
v |
@ 6 lembar |
|
|
c. Mengisi Formulir & Surat Pernyataan |
v |
v |
v |
v |
Bermaterei 6.000 |
|
|
d. Foto Copy KTP |
v |
v |
v |
v |
Dua lembar |
|
|
e. Surat keterangan Sehat |
v |
v |
v |
v |
Asli atau berlegalisir |
|
|
f. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK/SKKB) |
v |
v |
v |
v |
Asli atau berlegalisir |
|
6 |
Lulus Test Kemampuan umum on line |
v |
- |
v |
v |
Bahasa Inggris, Umum & Matematika |
|
7 |
Lulus Wawancara |
v |
v |
v |
v |
Uji Komitmen |
|
8 |
Ikatan Dinas Setelah lulus |
- |
- |
- |
v |
Selama 2n + 1 (n=masa studi) |
|
9 |
Uang Saku Rp 1.960.000,- per Semester |
- |
- |
- |
v |
Di bayar per bulan |
|
10 |
Hari Kuliah : |
|
|
|
|
|
|
|
a. Senin s.d. Jum’at |
v |
v |
v |
- |
Hari Seni dan budaya –Jum’at |
|
|
b. Jum’at dan Sabtu |
- |
- |
- |
v |
Hari Seni dan budaya –Jum’at |
|
11 |
Jadual Pendaftaran Gelombang Khusus |
25 Sep. 08 |
25 Sep. 08 |
25 Sep. 08 |
25 Sep. 08 |
Jam 08.00 – 16.00 WIB |
|
12 |
Jadual Test Kemampuan Umum |
v |
v |
v |
v |
Senin s.d. Jum’atJam 10.00 WIB s.d. selesai |
|
13 |
Jadual Test Wawancara |
v |
v |
v |
v |
Selasa & KamisJam 10.00 WIB s.d. selesai |
|
14 |
Pengumuman |
16 Okt. 08 |
16 Okt. 08 |
16 Okt. 08 |
16 Okt. 08 |
On line di www.stietn.ac.id |
|
15 |
Orientasi Pendidikan dan Pengenalan Kampus (ORDIK) |
16 Feb. 09 |
16 Feb. 09 |
16 Feb. 09 |
16 Feb. 09 |
- |
|
16 |
Kuliah Perdana |
20 Okt. 08 |
20 Okt. 08 |
20 Okt. 08 |
18 Okt. 08 |
Jam 08.00 s.d. 12.15 WIB |
Catatan:
*) A. Beasiswa Prestasi Akademik
**) B. Beasiswa Prestasi Non Akademik
***) C. Beasiswa Ayo Bangkit
****) D. Beasiswa Ikatan Dinas
Ditulis dalam Pengumuman | 4 Komentar »
Amerika di gusur Siapa yang Untung!
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Maret 9, 2008
Menengok teman lama adalah peristiwa yang membahagiakan. Tanpa disadiri oleh kita, cerita, dan suka duka di masa SMA begitu indah. Jika arah putar jam bisa dikembalikan, maka ingin rasanya kembali di masa itu. Terdengar cerita lucu, ketika teman-teman sekolah kompak mengunci kelas Guru yang datang terlambat dari dalam kelas. Mereka seakan-akan sibuk belajar sampai-sampai bunyi handel pintu tanda seseorang akan masuk tidak didengar oleh mereka. Padahal hati mereka geli bercampur takut menerima hukuman. Cerita selanjutnya, seperti biasa guru adalah penguasa, mereka sekelas dihukum dan guru tersebut tidak mau melanjutkan mengajar di kelas tersebut.
Sekelumit cerita diatas ketika saya mengantarkan isteri ke teman SMA nya di sebuah kota di Jawa Timur. Kabarnya temannya tersebut akan berangkat tugas sebagai diplomat di negara Paman Sam di bulan Juli. Teman tersebut sebut saja Mr X. Sepintas pada kali pertama bertemu di lapangan tenis Unair -Surabaya sekitar tahun 1993-an, nampak kehangatan dan keceriaan sebagai tanda sosok yang memiliki percaya diri penuh. Tidak aneh kalau Ia adalah seorang mantan ketua kelas.
Pada akhir Juni lalu, ketika berkunjung ke rumah teman. Kami mendengar pembicaraan tentang kabar penggusaran salah satu kota di Amerika. Aku kaget bercampur penasaran, sedikit komentar dalam hati, “apa iya Amerika nggak jauh beda dengan Indonesia”.
Ditulis dalam Gagasanku | Leave a Comment »
Perbedaan bukanlah masalah
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Maret 9, 2008
Kedengaran lucu tapi kalau dipikir malu juga. Seorang tokoh Agama Ormas Besar menyebutkan bahwa masalah bangsa kita cuma ngintip bulan saja tidak akur, sedangkan bangsa lain jauh sebelumnya sudah pergi ke bulan.
Untuk sekian kalinya, perbedaan penentuan 1 syawal terjadi kembali. Idealnya ingin merayakan nya bersama-sama. tetapi apa daya tangan tak sampai dua ormas besar Muhamaddiah dan NU. Pemerintah sudah berusahan menyatukan dua pendapat tetapi hasil akhirnya tetap berbeda.
Keinginan tinggal harapan, kenyataanya berbeda itu tidak perlu dipersoalkan dan ditarik menjadi persoalan negara. Berbeda itu indah. Dalam dunia usahapun demikian perbedaan harga, kualitas dan kemasan adalah hal yang biasa.
Dalam dunia bisnis perbedaan persepsi justru memperkaya industri itu sendiri. Persepsi adalah respon atas suatu fenomena yang dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu dan pribadi masing-masing. Keinginan yang bervariasi dari konsumen mendorong industriawan untuk selalu inovatif dan kreativitif agar produk dan jasanya tetap di minati pelanggan.
Ditulis dalam Gagasanku | 1 Komentar »
Belum ada judul
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Maret 8, 2008
Anak negeri kini menjerit. Hasil bumi tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Aneh tapi nyata itulah nasib negeri yang bernama Indonesia. Negeri yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tanah nan subur tak dapat mengemburkan kesulitan hidup.
Indeks Pembangunan jauh lebih rendah dari bangsa lain yang nota bene bukan negeri kaya. Pengalaman jepang setelah dijatuhkan bom hirosima dan nagasaki apakah memang harus mengawali kebangkitan bangsa.
Kabar terbaru USA memprotes Indonesia mengapa memutuskan kerjasama dengan Exon di NATUNA.
Ditulis dalam Berita Hangat | Leave a Comment »
Hasil SPMB 2: Kuliah atau bekerja ?
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Agustus 1, 2007
Pengumuman SPMB sebentar lagi. Banyak harapan yang bergantung atas pengumuman yang memang mereka nantikan. Di tahun 1988 sampai 1990-an SPP kuliah di PTN hanya 120 ribu per semester dan jauh lebih murah daripada zaman sekarang yang berkisar jutaan, belasan juta bahkan ada yang ratusan juta. Salah satu penyebabnya adalah perubahan bentuk PTN menjadi BHMN.
Selembar Kertas “SAKTI”
Dalam konteks lain dalam situasi akhir sebagai hasil proses sistem pendidikan nasional bahwa ternyata bekerja adalah pilihan terbanyak dari para lulusan SLTA sekarang. Padahal formasi pekerjaan yang bermodal kan hanya selembar kertas “ijazah” SLTA jumlahnya jauh lebih sedikit daripada pesertanya. Hal ini terjadi karena para lulusan sarjana banting harga “degradasi” mau berlomba-lomba bersaing dengan yuniornya, anak-anak lulusan SMA.
Banyaknya lulusan sarjana menjadi pengangguran merupakan tamparan bagi stakeholder sistem pendidikan itu sendiri, terutama pemerintah dan pengelola perguruan tinggi serta masyarakat kaya. Mereka perlu melakukan terobosan baru yang inovatif dan tepat sasaran. Dengan demikian penyelenggaraan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasar tenaga kerja dan dunia usaha.
Mencoba Realistis
Kekuatan minat mereka untuk kuliah sesungguhnya cukup besar, tetapi mereka mencoba realistis. Kuliah dizaman sekarang mahal dan tidak terjangkau. Ditambah lagi dengan informasi bahwa para seniornya banyak yang menganggur. Seolah-olah SPMB menjadi pilihan pertama, utama, dan sekaligus terakhir mengingat biaya kuliah di PTS mahal dan tidak terjangkau. Jika ditanya bagaimana jika mereka tidak lulus SPMB? mereka menjawab pilihan selanjutnya tinggal satu, yaitu bagaimana saya dapat bekerja.
Sepintas keputusan bekerja adalah realistis. Tetapi terasa masih banyak ganjalannya, apalagi jika pola pikir ini berakar. Dengan hanya bermodal selembar kertas sakti , maka hakekatnya anak-anak negeri lebih memilih menjadi buruh daripada menjadi tuannya. Idealnya seharusnya mereka menjadi tuan dinegerinya sendiri !
Bagaimana nasib anak bangsa esok hari jikalau situasi ini tidak berubah ? Relakah kita, jika anak negeri sekedar menjadi buruh atas majikan “kapitalis” asing di negerinya sendiri?
Pejuangan perlu pengorbanan
Hidup adalah perjuangan. Pejuangan tak ada tanpa pengorbanan. Bagaimana solusinya? Apa yang harus kita lakukan?
Ditulis dalam Pendidikan | 7 Komentar »


