Metode Harga pokok Proses adalah ……….. dengan ciri-ciri:
- Banyak Unit, Tunggal, produk homogen
- Produk yang sulit dibedakan satu dengan yang lain.
- Masing-masing unit produk dibebankan rata-rata biaya yg sama.
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Mei 30, 2007
Metode Harga pokok Proses adalah ……….. dengan ciri-ciri:
Ditulis dalam Modul Akuntansi Biaya | 3 Komentar »
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Mei 25, 2007
Setiap bulan banyak dilaksanakan peringatan-peringatan sejarah. Berjalannya waktu setelah kejadian peristiwa tersebut, banyak hikmah yang bisa dipetik oleh siapapun, dari aspek manapun, kapan saja dan dimana saja.Bentuk peringatan banyak jenisnya, seperti renungan, upacara bendera, seminar, kuliah umum, perlombaan, demonstrasi, syukuran dan sebagainya. Jelasnya peringatan tersebut merupakan hal positif sampai dengan hal-hal yang dianggap negatif oleh sebagian orang.
Salah satu toggak sejarah dibulan Mei dan dijadikan Hari libur Nasional adalah : Kebangkitan Nasional. (dikutip: http://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_nasional)
Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Boedi Oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dan Tjipto Mangunkusumo, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll
Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang.
Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah jajahan Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.
Kini, momentum kebangkitan nasional diharapkan mampu untuk membuka mata, hati dan fikiran sehat kita semua dalam menjawab segala keterpurukan bangsa. Kebangkitan adalah upaya perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kebangkitan menjadi pemicu tumbuhnya sesuatu yang baru dan lebih baik. Kebangkitan melahirkan generasi yang memiliki pola pikir dan semangat baru dalam menciptakan karya yang berguna bagi masyarakat luas.
Generasi bangkit adalah generasi yang kualitas, mandiri dan berkarya serta memiliki kemampuan menjawab harapan para Pahlawan “kebangkitan nasional” dan tantangan masa depan. Keterpurukan menjadi pelajaran yang berharga dan pijakan anak muda untuk bangkit guna melampaui tantangan dan hambatan yang terbentang luas.
Generasi bangkit adalah generasi yang kreatif dan inovatif dalam mencari celah hambatan dan tantangan yang selanjutnya diubah menjadi sebuah peluang untuk bangkit dan memenangkan persaingan di era global. Menerobos celah sulit dilakukan secara sendirian, tetapi mudah jika dilakukan bersama-sama. Sudah sepatutnya anak muda berlomba-lomba untuk bangkit dan siap menjadi pemimpin dan dipimpin.
Perkembangan Olah raga Indonesia dapat dijadikan contoh: Prestasi olah raga pasang dan surut, tetapi survey membuktikan bahwa jenis olah raga yang bersifat induvidualitik lebih berpeluang meraih prestasi. Sebut saja, Rudi Hartono, Liem Swee King, Rexy/Rick Subagja, Alan Budi Kusumah, Susi Susanti, Taufik Hidayat ternyata mereka semua mampu meraih prestasi tingkat dunia. Sebaliknya Sepakbola “11 orang” sangat sulit bagi kita untuk mengingat prestasi apa yang pernah diraih dan dibanggakan. Apakah Indonesia masih relevan jika disebut bangsa yang memiliki falsafah “gotong royong” ?
Egoisme dan rasa malu berlebihan adalah penyakit kronis mental generasi bangkit. Memulai sesuatu hendaknya mulailah dari yang kecil , kata AA Gym dapat dijadikan rujukan. Kebanyakan anak muda sekarang sulit untuk memulai sesuatu dari yang keci. Mereka tidak berdaya untuk membunuh rasa malunya sendiri untuk menjadi pejuang kecil. Sebagai contoh kebangkitan dalam konteks bisnis adalah bagaimana seseorang tidak malu memulai usaha dengan modal senilai Rp 50.000,-. Yang terjadi di lapangan keberanian memulai bisnis menunggu belas kasih atau dukungan orang lain. Ternyata egoisme seseorang dapat meruntuhkan peluang dan kesempatan untuk menjadi generasi yang mandiri.
Di bidang Sosial dan ekonomi, kebangkitan ideal dimasa kini adalah bangkit melawan nafsu “kebendaan semata”. Hidup hanya melulu bagaimana mengakumulasikan kekayaan pribadi. Hubungan antar orang hanya diukur seberapa mahal pakaian dan asesoris mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hubungan antar orang penuh kepalsuan dan jauh dari ketulusan. Selanjutnya yang terjadi adalah timbul persaingan tidak sehat, saling jegal dan menjatuhkan, saling fitnah, dan suburnya pembajakan,
Materialisme menjadi sebuah ajaran yang digandrungi anak muda. Tontonan sinetron menambah hancurnya mental anak-anak bangsa. Kebanyakan Tema sinetron mempertontonkan arogansi orang berduait, ketidakjujuran, materialistisme, seks bebas, penjualan ayat-ayat suci dan masih banyak lagi.
Kita mendambakan tontonan televisi sehat dan bernilai. Membangkitkan potensi dan mendorong anak-anak negeri untuk menjadi anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing, seperti Film Naga Bonar 2. Pesan-pesan moralnya begitu nyata dan menyentuh sanubari penonton tentang bagaimana mencintai bangsa sendiri ? Di ilustrasikan seperti seorang anak yang hormat dan mencintai ayah dan bundanya. Derma bakti anak negeri kepada bangsanya yaitu sebagimana derma bakti anak kepada Ayah bunda yang telah melahirkan, merawat dan membesarkannya tanpa pamrih.
Di bidang Ekonomi, kekuatan perekonomian suatu bangsa sejatinya adalah perwujudan kolektifitas pelaku-pelaku bisnis skala mikro, bukan hanya segelintir orang (konglomerat). Akhir tahun 1997 membuktikan perekonomian Indonesia hancur karena fundamental perekonomiannya hanya bertumpu pada kalangan segelintir akumulator saja (istilah Dr. Syahrir).
Kita semua mungkin tidak akan lupa bahwa jika wirausaha muda (mikro dan kecil) dalam jumlah yang banyak, berkualitas dan berdaya saing tinggi, maka peristiwa Mei berdarah-darah tidak akan pernah terjadi. Oleh karenanya peringatan kebangkitan nasional setiap tanggal 20 Mei tidak dinodai oleh lahirnya Reformasi Mei 1998.
Reformasi (revolusi) tidak akan pernah lahir jika formasi berbangsa dan bernegara tetap konsisten memegang teguh nilai-nilai yang dibangun Bapak Pendiri bangsa tempo dulu. Kalaupun Reformasi lahir semestinya karena alasan Akibat Perubahan Luar biasa. Pergantian Regim ORLA ke ORBA tahun 1966 diiringi harapan perubahan lebih baik, akhirnya mulai terkikis dan habis Tahun 1998 ketika pemimpin bangsa mulai lebih berorientasi kepentingan pribadi daripada bangsa dan negara.
Kami harap reformasi dapat belajar dari kesalahan masa lalu. Mari bangkit….! Indonesiaku
Ditulis dalam kebangsaan | 27 Komentar »
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Mei 22, 2007
Buat apa sekolah, kalau lulus hanya menganggur. Pendidikan adalah sasaran antara, karena setelah lulus diharapkan dapat berkerja guna memenuhi kebutuhan hidup. Dengan bekerja seseorang mendapatkan konpensasi secara berkala, bisa harian, mingguan atau bulanan.
Daya beli masyarakat yang cenderung, manjadikan jasa pendidikan adalah barang mahal.
Seorang anak yang baru menginjak umur 14 tahun memiliki prestasi akademik luar biasa. Ia diterima menjadi mahasiswa fakultas kedokteran di PTN ternama diYogyakarta. Banyak orang kagum sekaligus iri, kapan dirinya atau orang dekatnya bisa mengikuti jejaknya. Sayangnya sebelum kekaguman itu berakhir, tiba-tiba kekaguman itu sekejap hilang. Ternyata prestasi yang luar biasa, ini harus ditebus dengan sejumlah uang masuk yang luar biasa pula. Uang 80 juta mungkin bagi seorang pengusaha sukses, manajer BUMN, Staf BI tidaklah besar. Sebaliknya uang tersebut sangatlah besat dan mustahil bila harus dikeluarkan oleh seorang petani, buruh, PNS, Prajurit TNI, bahkan bagi seorang Guru atau Dosen.
Begitu mahalnya penyelenggaraan pendidikan. Di suatu kesempatan seorang pakar pendidikan Dr. Arief Rahman pernah, mengatakan bahwa pendidikan yang bermutu memerlukan dana yang besar. Artinya kalau sepenuhnya sumber dana penerimaan sebuah perguruan hanya dari peserta didik, maka dapat dipastikan hanya anak orang kaya saja yang dapat menikmati pendidikan yang bermutu. Sebaliknya bagi anak yang kurang beruntung karena dilahirkan dari orang tua yang kurang mampu jangan banyak berharap bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di pelosok negeri, seperti di Bantul Yogyakarta, dimana seluruh siswa peserta UAN tidak luluas. Padahal nilai minimal kelulusan adalah 4,01 keatas. Di kota-kota besar pun tidak sedikit siswa-siswa harus mengulang. Secara Nasional siswa yang tidak lulus dan harus mengulang kurang lebih 20% dari jumlah peserta UAN keseluruhan.
Si Bejo anak Bojong Gede – Bogor, salah seorang yang tidak beruntung karena diharuskan mengulang UAN, sedikit beralasan bahwa banyak pelajaran yang tidak Ia kuasai ternyata justeru ditanyakan dalam lembar soal ujian. Si Farah siswa SMA di jakarta juga tidak kaget, ketika dinyatakan harus mengulang, Katanya soalnya sulit dan waktunya terasa singkat.
Itulah cuplikan hiruk-piruk ujian Nasional yang sempat menjadi isu panas antara pemerintah dengan DPR. Terjadi tarik menarik antar elite, ada yang setuju dengan batas nilai kelulusan, tetapi sebaliknya pihak DPR menganggap persyaratan itu terlalu berat dan kuatir akan banyak jatuh korban “Tidak lulus”.
Akhirnya diambil jalan tengah antara pemerintah dan DPR, batas nilai disetujui dengan catatan tetap diberi kesempatan untuk ujian nasional ulang.
Sekedar catatan (Sumber: http://www.mediaindo.co.id), Indonesia selama tiga dekade terakhir mencatat berbagai kemajuan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan adanya indikasi membaiknya berbagai indikator SDM sejak 1960 hingga 1999. Namun, berbagai indikator SDM Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya.
“Pembangunan SDM nasional selama tiga dekade terakhir terus membaik,” kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie, ketika membuka Tinjauan Paruh Waktu Program Kerja Sama Pemerintah RI dan UNICEF tahun 2001-2004, di Jakarta,kemarin.
Berbagai perbaikan indikator SDM dari 1960 hingga 1999, kata Kwik, antara lain ditunjukkan dengan usia harapan hidup rata-rata meningkat dari 41,0 tahun menjadi 66,2 tahun. Selain itu, juga angka kematian bayi turun dari 159 menjadi 48 per 1.000 kelahiran hidup, serta angka buta huruf dewasa turun, menurun dari 61% menjadi 12%. Namun, tambah Kwik, berbagai indikator SDM Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan prestasi negara ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Hal ini terlihat antara lain dari rendahnya peringkat indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencakup angka harapan hidup, angka melek huruf, angka partisipasi murid sekolah, dan pengeluaran per kapita.
“Berdasarkan Human Development Report 2003, peringkat human development index (HDI) Indonesia menempati urutan 112 dari 175 negara,” kata Kwik. Selain itu, jika dipilih menurut jenis kelamin, dengan menggunakan nilai indeks pembangunan gender (IPG), Indonesia menempati urutan ke-91 dari 155 negara.
Kwik menambahkan, Indonesia saat ini dihadapkan pada kondisi melambatnya pencapaian indikator-indikator di bidang pembangunan SDM, antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi dan sosial politik serta ketahanan dan keamanan yang kurang menguntungkan. “Oleh karena itu, salah satu tantangan besar bagi Indonesia adalah bagaimana untuk kembali mencapai kemajuan pesat yang pernah diraih sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Seman Widjojo mengatakan bahwa rendahnya kualitas sumber daya manusia tersebut akibat pembangunan Indonesia hanya berorientasi pada upaya mengejar pertumbuhan ekonomi. “Tetapi mengesampingkan perbaikan kualitas manusia, sehingga hal tersebut akan menimbulkan berbagai problema sosial dan kesenjangan,” tegas Seman.
Menyikapi persoalan tersebut, Kwik dan Seman mengatakan bahwa perlu adanya upaya pembangunan kualitas SDM Indonesia. Seman mengatakan pemerintah daerah perlu mendorong pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap upaya tersebut, bahkan sejak usia dini di daerah. “Alokasi APBD yang umumnya terserap untuk operasional birokrasi saat ini, kiranya lebih diarahkan bagi pengeluaran pembangunan, khususnya untuk perbaikan kualitas manusia Indonesia,” katanya.
Mengutip http://opini.wordpress.com/, …… Tahun ini (baca: tahun 2006) indeks pembangunan manusia Indonesia berada di posisi 108 dari 177 negara. Bandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara. Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina di urutan 23, 34, 61, 74, dan 84. Kita menjadi sesak dada karena lebih awal memulainya.
Harus jujur kita katakan dalam membangun kualitas manusia bangsa ini memang tidak punya komitmen jelas. Namun, ini belum kiamat. Sekarang kita harus memulainya. Sekaranglah saatnya kita mulai bicara membangun sumber daya manusia dengan harapan. Sebagai peneguh spirit, sekurang-kurangnya potensi-potensi individu kita di banyak bidang tidak mengecewakan.
Kita punya banyak anak bangsa yang berjaya di ajang Olimpiade Fisika. Kita punya banyak nama dari berbagai bidang yang berjaya kelas dunia. Namun, memang menjadi merapuh jika bicara kekuatan bangsa secara kolektif…….
Pembangunan kualitas bangsa harus berorientasi perbaikan kualitas manusia Indonesia. Peranan perguruan tinggi sebagai pencetak manusia yang berkualitas sangat diharapkan kita semua. Alokasi 20% dari APBN bagi sektor pendidikan perlu segera direalisasikan, guna mendukung pelayanan pendidikan bagi seluruh rakyak. Jadi sekolah atau bahkan kuliah di perguruan tinggi bukan hanya bagi orang kaya saja. (Rabita)
Ditulis dalam Pendidikan | 9 Komentar »
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Mei 21, 2007
Bisnis di era global penuh persaingan dan kejutan. Sukses atau bangkrutnya sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh kepiawaian manajemen tetapi juga oleh faktor penting lainnya, seperti dukungan loyal karyawan, pemasaran handal, kecukupan aspek keuangan, sistem informasi “the real time”, akses bisnis, efisiensi operasional, pelayanan optimal dan sebagainya.
Dari sekian indikator, kegiatan pemasaran merupakan fungsi perusahaan terdepan. Strategi pemasaran jitu merupakan syarat penting untuk memenangkan persaingan. Pesaing bukan hanya ancaman nyata bagi perusahaan tetapi juga sebagai pendorong perusahaan untuk dapat bekerja lebih efektif, efisien dan inovatif.
Di dunia, banyak perusahaan bangkrut bukan karena produk tidak berkualitas, tetapi lebih disebabkan gagalnya penerapan strategi pemasaran. Pabrik pesawat nasional bangkrut dan mem-PHK kan ribuan karyawan bukan karena semata-mata tidak berkualitasnya produk, tetapi lebih banyak dikarenakan kesulitan pemasaran.
Seorang Jono si Penjual Mie Ayam mengeluh, mengapa sore menjelang malam dagangan basonya belum juga habis. Terbayang sudah wajah cemberut isteri, tangisan anak kecilnya meminta susu, sumpah serapah pak Haji menagih uang kontrakan bulanan dan sebagainya. Di benaknya terfikir keras bagaimana menjual…menjual…menjual..!!
Di lain pihak terdengar kabar Perusahaan besar ritel menggandeng ritel asing, bukan karena tidak “Pede” (baca: “percaya diri”) bertempur dengan pesaingnya tetapi bertujuan bagaimana menjual …menjual…menjual..!!
Perusahaan kecil, menengah maupun besar mempunyai masalah yang sama. Yaitu bagaimana menjual produk ke pasaran. Tidak sedikit orang menyebut pemasaran penting dan lebih banyak lagi menyebut penjualan adalah ujung tombak perusahaan. Kedua pendapat itu tidak keliru. Penting atau tidak penting itu tidak jadi soal, yang pasti kedua hal terkait satu sama lain. Pemasaran dapat disebut sukses, jika didukung penuh kegiatan penjualan. Begitu juga sebaliknya sukses tidak penjualan bergantung pada ketepatan penerapan strategi pemasaran.
Salah satu strategi pemasaran yang terkenal adalah strategi bauran pemasaran, dimana strategi tersebut memuat empat hal, yaitu :
Produk yang inovatif
Harga yang terjangkau
Promosi yang efektif
Distribusi yang lancar
Inti dari strategi pemasaran adalah sejauhmana kombinasi produk “INOVATIF”, harga “TERJANGKAU”, promosi “EFEKTIF” dan distribusi “LANCAR” dapat menciptakan pelanggan yang loyal.
Untuk dapat mengambarkan hubungan antara penjualan dengan pemasaran, penulis menyimpulkan bahwa penjualan adalah aktivitas untuk meningkatkan volume penjualan. Sedangkan pemasaran adalah berbagai aktivitas untuk menciptakan loyalitas pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.
Menurut Kotler dalam bukunya Marketing Management: Analysis, planning, implementation, and control mengemukakan perkembangan konsep bisnis dalam kegiatan perusahaan :
1. Konsep Produksi (The Production Concept).
Konsep ini berorientasi pada produksi dengan menekankan pada pencapaian efisiensi yang tinggi dan distribusi yang luas. Pada konsep ini permintaan lebih banyak daripada penawaran.
2. Konsep Produk (The Product concept)
Konsep ini berorientasi pada bagaimana memproduksi produk yang berkualitas tinggi, karena konsep ini meyakini konsumen lebih menyukai produk yang berkualitas.
3. Konsep Penjualan (The Sales Concept)
Konsep ini berorientasi pada bagaimana menghasilkan produk dengan volume Penjualan yang tinggi, sehingga konsep ini mendorong manajemen untuk melakukan kegiatan penjualan dan promosi yang gencar.
4. Konsep pemasaran (The Marketing Concept)
Konsep ini berorientasi pada perencanaan dan operasi yang menekankan pada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan melaksanakan aktivitas pemasaran terpadu yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan semaksimal mungkin.
5. Konsep Pemasaran Sosial (The Social Marketing Concept).
Konsep ini menekankan tidak hanya sekedar dapat memuaskan pelanggan dan profit (laba), tetapi bagaimana perusahaan dapat memberikan jaminan sosial kepada karyawan dan masyarakat atas pencemaran lingkungan.
Perkembangan industri dipicu oleh perubahan. Pada revolusi industri penemuan teknologi alat produksi memicu munculnya industrial baru, pasar baru dan pesaing baru. Sehingga terjadi pergeseran dari besaran permintaan ke penawaran. Karena barang yang ditawarkan banyak, maka pembeli cenderung memilih produk yang berkualitas. Tuntutan pelanggan mendorong pihak industri berlomba-lomba memproduksi produk yang berkualitas.
Selanjutnya perusahaan perlu mengkomunikasikan berbagai hal tentang produk kepada pembeli melalui program promosi.
Konsep pemasaran tidak sekedar promosi yang gencar, tetapi produk yang dijual apakah mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pembeli.
Ketika kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, maka solusinya adalah penerapan konsep pemasaran yang berorentasi tidak sekedar kepuasan pelanggan tetapi pada kesejahteraan karyawan dan lingkungan masyarakat.
Perubahan fenomena bisnis seperti yang diuraikan diatas ternyata mendorong pakar bisnis untuk menyempurnakan konsep pemasaran yang telah ada.
Budaya bangsa solusi anak bangsa
Dalam konteks pemasaran versi lokal, ternyata buah pikiran yang lahir dari rahim budaya bangsa Indonesia bisa dijadikan rujukan. Bagaimana menjadi penjual bahkan pemasar sukses ?
Ada ungkapan bijak budaya Jawa, “Tuno Satak, Bathi Sanak” yang bermakna me-rugi sedikit tetapi bertambah saudara. Makna SAUDARA adalah PELANGGAN, dengan bertambahnya saudara berarti bertambahnya pelanggan baru. Menjalin persaudaraan lebih penting daripada pencapaian semata-mata keuntungan. Jika saudara bertambah siapapun tidak perlu kuatir produknya tidak laku.
Khoerusalim pemilik Country donat, beliau adalah satu dari sekian pebisnis sukses. Sekarang Ia memiliki 12 pabrik seluruh Indonesia. Seorang mantan Dosen sebuah PTN yang hijrah ke Jakarta untuk meraih cita-citanya, yaitu menjadi orang kaya. Karena dengan banyak uang Ia bisa banyak melakukan kegiatan amaliah.
Ketika penulis berkunjung ke kantornya terlihat sosok pekerja keras, ulet, visioner dan bersahaja serta komitmen dengan tujuan hidupnya.
Asli Kebumen ini kariernya berangkat dari bawah, yakni sebagai penjual donat dari pintu ke pintu. Sosok yang mencerminkan tipikal orang jawa yang dikenal sebagai pekerja keras.
Lain lagi Made Ngurah Bagiana, sang pemilik Edam Burger memegang falsafah Bali dalam tiap langkah usaha saya, yaitu berpikir bagus, berbuat bagus, dan berkata bagus. Berbekal lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Kini, ia memiliki 10 pabrik dan 2000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
Konsep pemasaran yang berakar dari budaya bangsa, ternyata bisa menjadi solusi anak bangsa itu sendiri. Sebagai bangsa kaya budaya mengapa kita tidak menghargai dan menjadikan akar budaya bangsa sebagai solusi berbagai masalah, tidak terkecuali masalah pemasaran.
Masalah kita, oleh kita, seyogyanya dipecahkan melalui cara-cara kita sendiri sebagai anak bangsa. Ingat kita semua berangkat dari etnis berbeda ada suku Jawa, Sunda, Minang, Betawi, Makasar, Batak, Ambon, kalimantan dan sebagainya.
Masing-masing kita memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan itu lahir karena dipisahkan oleh aspek ekonomi, geografis, demografi, gaya hidup dan gaya sosial.
Bagi komunitas etnis Minang, keterbukaan adalah ciri khasnya. Bagi penjual kaki lima faktor harga adalah faktor penentu. Jadi tidak aneh kalau Buyung penjual kemeja di Pasar Kramatjati hanya menjajakan barang yang murah. Istilah bekennya tangan pendek dua puluh lima ribu, tangan panjang tiga puluh ribu. Lain lagi si Jasman penjual kaki, dengan lantangnya sepuluh ribu Ciek, tigo dua puluh ribu.
Sedangkan bagi orang Jawa keseimbangan adalah ciri khasnya. Mbak Nanik penjual batik di Pasar Klewer, dengan tenangnya dan tak lupa tersenyum manis, monggo Mas dipirsani rumiyin! (Mari mas silakan dilihat dahulu!)
Permasalahannya adalah bagaimana jika latar belakang antara penjual dan pembeli berbeda. Misalkan : Seorang Penjual yang menjajakan warung nasi Padang di Sidoarjo yaitu sebuah kota industri di Jawa Timur.
Bagaimana sikap dan strategi penjualan, penulis mencatat ; ternyata sikap pelayanan, pilihan menu dan rasa makanan menyesuaikan cita rasa pembeli bukan penjual.
Tepat kiranya jika kita mengutip pepatah, dimana bumi dipijak disitu langit di junjung. Artinya dimanapun kita berada hendaknya kita selalu menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang berlaku.
Tidak aneh kiranya bagi H. Zakaria seorang pengusaha pemasok aneka buah dan sayur-mayur ke Hotel-hotel dan Supermarket di kawasan Jakarta, menceritakan pengalaman masa muda ketika berdagang dari satu tempat ke tampat yang lain. Kota-kota di Sumatera dan Jawa hampir seluruhnya pernah Ia kunjungi. Beliau sempat mengatakan kepada penulis bahwa ketika Ia berdagang ke Surabaya Ia berbahasa Suroboyoan, begitu pula kalau Ia datang ke Lampung dan Cirebon.
Penjual perlu mencermati tradisi dan budaya pembeli. Orientasi penjual adalah pembeli bukan dirinya sendiri. Diumpamakan penjual melihat jendela. Penglihatan mata dengan jelas menembus ke luar, bukan sebaliknya seperti penjual melihat cermin. Seolah-olah kemauan pembeli sama persis dengan keinginan dirinya sendiri.
Melihat fenomena diatas, penulis tertarik untuk menyusun buku kecil ini sebagai jawaban atas keterpurukan ekonomi bangsa dan tantangan globalisasi.
Isi buku ini
Buku ini mengangkat topik “9 Kiat, 9 hikmah & 81 Tip Penjual Sukses”. Walaupun penjualan hanya bagian dari pemasaran, tetapi kegiatan penjualan penting terutama dalam rangka mendongkrak volume penjualan dan laba perusahaan.
Bagaimana mungkin pemasaran bisa sukses kalau tidak didukung penuh penjualan ?
Penjualan dengan konsep lebih baik daripada tanpa konsep.
Uraian Bab ini menekankan pada konsep dasar perkembangan pemasaran. Hal ini penting karena konsep merupakan hasil kajian empirik. Pengalaman dimasa lalu diteliti dan ditarik sebuah kesimpulan yang berguna bagi pelaku pemasaran dimasa sekarang dan akan datang.
Memang benar fenomena masa lalu tidak selalu sama dengan masa sekarang apalagi dibandingkan dengan masa depan, tetapi arah perubahan atas fenomena sekarang dan masa lalu tidak jauh berbeda. Kecuali fenomena tersebut bersifat luar biasa, seperti resesi ekonomi, revolusi, perang yang berkepanjangan, musibah seperti tsunami, Karina dan lain sebagainya.
Dalam prakteknya, penerapan konsep pemasaran perlu disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang seringkali menyimpang dari asumsi-asumsi konsep itu sendiri. Sehingga diperlukan tangan-tangan dingin penjual SUKSES.
Ditulis dalam Buku : Kiat Penjualan sukses | 13 Komentar »
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Mei 18, 2007
Setiap kita, apapun, siapapun, sejatinya terkait penjualan. Tidak hanya penjual baso, penjual mobil, penjual asuransi, tetapi juga bawahan kepada atasan, seorang anak kepada orang tua.
Kita adalah Penjual
Proses penjualan tidak lepas dengan proses pertukaran, semangkok baso ditukar dengan sejumlah uang oleh pembeli, sebuah mobil ditukar dengan sebidang tanah, premi asuransi ditukar dengan rasa aman dan sayang kepada keluarga, atau juga ide kreatif bawahan ditukar dengan kenaikan pangkat, prestasi sekolah anak ditukar dengan hadiah sebuah sepeda.
Dari ilustrasi diatas, maka dapat dikatakan bahwa semua orang terlibat dalam proses pertukaran bahkan penjualan. Oleh karenanya buku ini bisa dijadikan pegangan oleh siapapun yang ingin sukses, terlebih bagi seorang yang berprofesi penjual.
Jangan Takut Gagal
Seringkali kegagalan diawali dari rasa pesimisme. Kegagalan bukan dijadikan anak tangga untuk menuju kesuksesan, tetapi justru sebaliknya kegagalan dijadikan momok bagi pelakunya, Pengalaman Thomas A. Edison mungkin dapat dijadikan rujukan bagi penjual, penemu listrik ini harus mengalami 999 kegagalan terlebih dahulu sebelum dapat menemukan listrik yang sekarang digunakan hampir di seluruh penghuni Planet ini. Tepat kiranya berbagai ungkapan:
Kesuksesan merupakan suatu proses 1 % dari ide dan 90 % dari keringat
Berusahalah sungguh-sungguh menurut kemampuan yang ada. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,.
Semakin tinggi resiko yang diambil, maka semakin besar kemungkinan mendapatkan keuntungan
Kegagalan adalah kesuksesan tertunda
Kegagalan adalah peristiwa Indah bagi Anda yang ingin sukses
Apabila kau merasa sedih karena gagal mendapatkan apa yang kau inginkan, duduklah dengan mantap dan berbahagialah, karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untukmu
Sejatinya keberhasilan adalah harapan sedangkan kegagalan adalah keniscayaan
Semakin banyak gagal berarti semakin dekat untuk meraih keberhasilan
Menurut papatah Cina : Bila kita tidak mengubah-ubah tujuan kita, kemungkinan besar kita akan sampai ke tujuan kita
Seorang penjual sukses bisa belajar dari fenomena tersebut diatas. Sikap Thomas A. Edison patut ditiru dan ditanamkan kepada semua orang yang ingin menjadi Penjual sukses. Karena tekadnya, seorang Edison dapat menciptakan sesuatu yang besar. Karena tekadnya seorang penjual dapat menciptakan pelanggan…pelanggan…dan pelanggan.
Berilah makan keyakinanmu
Bagaimana mungkin Si Jono penjual Mie Ayam dapat menjual puluhan bahkan ratusan sehari, jika Ia tidak menjual….menjual… dan menjual. Kalau Ia sediri tidak yakin Ia mampu menjual baksonya. Bagaimana Calon Pembeli akan membeli?
Penjual mesti berangkat dari keyakinan bukan keraguan. Keraguan ditekan dan keyakinan harus ditumbuhkan. Keraguan adalah penyakit kronis bagi orang yang ingin sukses. Penyakit kronis “keraguan” adalah penyakit mental. Tidak sedikit penganggur berasal dari kalangan terdidik. Kata bijak bisa dijadikan dorongan :
Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu akan mati kelaparan!
Apalagi bagi seorang Penjual, kegagalan abadi adalah pantang, sedangkan keyakinan merupakan keharusan. Jika memulai pekerjaan menjual tidak dengan sikap percaya diri, berarti Anda sudah menghanyutkan sebuah momentum “SUKSES” ke laut bebas.
Ibaratnya Anda hanya seorang yang beraktivitas menjual barang atau jasa, bukan seorang penjual.
Seorang penjual adalah seseorang yang sekedar melepaskan kewajiban aktivitas pekerjaannya, sedangkan Penjual Profesional adalah seorang yang tidak sekedar melepaskan aktivitas pekerjaannya tetapi mampu memberikan kepuasan pelanggan.
Dalam melakukan Aktivitas penjualan, seorang penjual harus memiliki sikap percaya diri. Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah :
Bagaimana Menumbuhkan Sikap Bahwa “Sayalah Orangnya Yang Mampu Menjual”!
Sembilan Tip menjawab kiat ke 1
Tip Ke 1 : Saya adalah penjual Berbakat
BAKAT adalah anugerah Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang diberikan kepada setiap manusia dengan corak yang berbeda. Disadari atau tidak setiap manusia diberikan kelebihan sekaligus kelemahan. Tinggal bagaimana Anda mampu membangkitkan potensi tersebut.
Seorang yang disebut penjual berbakat seorang yang memiliki kemampuan menjual tanpa memerlukan upaya pembelajaran yang terlalu lama dan mendalam.
Ingat fenomena pertukaran—penjualan. Fitrah manusia adalah lahir atas nama kehidupan. Agar senantiasa hidup kita semua dibekali kemampuan melakukan pertukaran. Tanpa kita sadari, kita semua berbakat menjadi penjual sukses.
Tip Ke 2 : Saya adalah penjual Cerdas
CERDAS adalah kemampuan berfikir yang bisa diwujudkan melalui proses pembelajaran baik pendidikan formal (academic smart) maupun informal (street smart) Purdi Chandra red.
Seorang penjual yang sukses harus cerdas menjual produknya, dimana proses penjualan dimulai dengan cerdas memilih calon pembeli, cerdas minta izin bertemu, cerdas memilih tema, waktu dan tempat pertemuan, cerdas mempresentasikan tentang produk, cerdas menyampaikan harapan, cerdas untuk memastikan terwujudnya transaksi dengan pembeli dan tidak lupa terakhir cerdas untuk memastikan purna jual berjalan sebagaimana mestinya.
Siapa yang tak kenal Aa Gym, kyai cerdas, entrepreneur cerdas, penjual cerdas & Tokoh Cerdas. Ketemu air jadilah MQ, melihat kemajuan dunia hiburan jadilah MQ television. Berbagai bidang Ia geluti mulai dakwah, celebrities, entrepreneur, marketer, presenter dan sebagainya.
Helmi Yahya si Kuis Siapa Berani, seorang dosen yang lengser ke dunia hiburan. Naskah Kuis Siapa berani sebelum menjadi fenomenal sempat beredar menjadi usulan ke berbagai stasiun televisi. Awalnya sulit untuk dijual, dengan modal kecerdasan-nya, Helmi mampu meyakinkan Indosiar tentang prospek usulannya. Sekarang kita semua kesulitan untuk menyebut program-program acara kuis dan reality show bukan miliknya Helmi Yahya.
Tip Ke 3 : Saya adalah penjual Ceria
CERIA adalah suatu ungkapan perasaan seseorang yang sedang mengalami suasana kebahagiaan. Perasaan selalu bahagia adalah keinginan semua orang, tetapi anehnya sedikit pekerja bahkan penjual yang bekerja dengan keceriaan. Syaraf yang mengendur dan sikap serius tapi santai “sersan” ternyata mendorong seorang penjual untuk jernih berfikir, tawakal atas cobaan, dan antisipatif terhadap pertanyaan tajam seorang pelanggan.
Menjual dalam suasana keceriaan dapat menghemat energi, waktu dan tenaga sehingga produktivitas penjualan meningkat.
Dan yang tidak kalah penting kecerian adalah simbol kesehatan dan umur panjang.
Tip Ke 4 : Saya adalah penjual Cekatan
CEKATAN adalah suatu sifat yang selalu tanggap dan tangkas untuk bereaksi atas berbagai permasalahan.
Penjual harus tanggap dan reaktif terhadap permintaan, kebutuhan, keinginan, dan keluhan pelanggan. Penjual yang cekatan diperlukan untuk memastikan terciptanya kepuasan pelanggan dan dapat mengatisipasi pesaing industri. Hal penting dari seorang penjual adalah cekatan untuk menjual.
Sebagai contoh : Zainal Abidin seorang motivator, penulis aneka buku, pimpinan Institut Kemandirian, & Ikon Eramuslim.
Ketika penulis sedang berkunjung di kantornya dibilangan Jakarta Selatan Ia sedang memberikan trainning bagi calon pengusaha. Katanya pendek mereka semua dibebaskan dari biaya pelatihan, bahkan mereka tidak sekedar dilatih menjadi wirausaha atau pekerja, tetapi akan dikawal sampai dengan bisnisnya berjalan bagi yang ingin menjadi pengusaha atau sampai pekerja mendapat gaji.
Percakapan kami sempat terputus, karena terganggu dengan telpon masuk dari calon murid, terdengar dari seberang sana menanyakan alamat kantor dan bagaimana dengan pembiayaannya.
Kemudian seorang alumni bergabung dengan kami, dan terlihat kebahagiaan mereka berdua karena ternyata bisnis alumni tersebut berkembang dan sebagai rasa syukurnya ia memberikan sumbangan kepada almamaternya.
Ketika penulis menanyakan tentang bisnisnya, dengan dengan lugas beliau mengatakan workshop mainan dan peternakan Sapinya telah dipindahkan ke Tangerang.
Ia cekatan mengatur dan menjual produk melalui bisnisnya, menjual ilmu melalui Institut Kemandirian, menjual kiat bisnisnya melalui situs ERAMUSLIM.
Tip Ke 5 : Saya adalah penjual Cermat
CERMAT adalah suatu sifat yang selalu bertindak dengan terukur. Penjual yang cermat adalah penjual yang bekerja secara efektif, efisien dan produktif. Kecermatan seorang penjual merupakan syarat penting untuk menjadi penjual yang memiliki daya saing yang tinggi.
Setiap munculnya peluang usaha akan menciptakan pesaing baru. Hal ini merupakan ancaman tetapi sekaligus sebagai motivator terciptanya kesadaran akan perlunya peningkatan daya saing yang bersesinambungan dari setiap penjual.
Pengalaman Bambang Suharno CEO Indonesian Entrepreneur Society (IES), motivator, redaktur berbagai media cetak dan pengarang buku “Bisnis Sambilan” menarik untuk dijadikan rujukan. Ketika penulis kesulitan mencari penerbit yang mau menerbitkan naskah bukunya, Ia dengan cermat menghitung berbagai peluang dan kemungkinan, penulis lain mungkin 10 kali, 15 kali, 25 kali bahkan mungkin lebih pengajuan naskah buku untuk diterbitkan. Ternyata itu tidak berlaku bagi Seorang Bambang “Best seller” bisnis sambilan. Cukup hanya dengan satu peluru untuk menjadi Best Seller “Bisnis Sambilan”
Tip Ke 6 : Saya adalah penjual Energik
ENERGIK adalah suatu sifat yang selalu menjalani kehidupan hidup dengan sepenuh tenaga. Kemampuan phisik penjual menentukan seberapa besar aktivitas penjual. Penjual sukses adalah pekerja keras. Pekerja keras harus energik.
Ibarat generator tenaga penjual adalah baterei, maka baterei ALKaLiNE merupakan pilihan.
Penjual harus mampu menjaga stamina agar tubuh tetap selalu fit .
Menyimak pengalaman pemilik hampir 30 outlet “Toys Mart” Wan Muhamad Hasyim. Ternyata kesan penulis ketika pertama kali ketemu, seseorang yang optimis dan percaya diri.
Wan, dengan semangatnya menceritakan bagaimana Ia mulai membangun bisnisnya dengan kerja keras. Tak pernah ia lupakan ketika sepulang membeli belanjaan dari Pasar Pagi bilangan Kota ke Bekasi. Kereta api jadi pilihannya untuk pulang ke rumah.
Karena banyaknya, Ia sempat bingung bagaimana caranya turun di stasiun padahal jedah waktu penghentian kereta singkat sekali. Tetapi dengan energi yang kuat ia mampu memindahkan satu persatu barang dagangan ke stasiun.
Ingat penjual sukses – pekerja keras – pekerja yang energik !!
Tip Ke 7 : Saya adalah penjual Tangguh
TANGGUH adalah suatu sifat yang selalu tahan terhadap berbagai cobaan, pantang menyerah, dan tahan terhadap ancaman dan rintangan.
Ketika ditolak maka makin bersemangat dan tertantang untuk dapat meyakinkan pembeli bahwa produk yang Anda tawarkan mampu menyelesaikan masalahnya.
Penjual tangguh baru akan berhenti berjuang setelah ia yakin bahwa sejatinya produk yang ditawarkan tidak pantas bagi calon pembeli.
Purna jual juga tidak kalah penting. Komplain, protes, klaim, bahkan sumpah serapah dan caci maki merupakan hal yang biasa bagi penjual tangguh.
Pengalaman manarik lainnya adalah seorang CEO PT Mega Persada Indonesia (PT MPI): Ir. Markiz Yudiawan. Bekas Karyawan Developer perusahaan asing ini, ternyata sudah empat tahun manjadi entrepreneur muda yang TANGGUH.
Mulai dari menangani proyek senilai 1 milyar sampai dengan belasan milyar.
Di dunia kontraktor protes, komplain, klaim adalah istilah yang sering terjadi. Jantung berdegup keras ketika pekerjaannya dianggap tidak sesuai dengan rencana adalah pemandangan sehari-hari, bagi seorang kontraktor. Project manager adalah palang pintu sebelum CEO PT MPI, ketika protes berulang-ulang maka palang pintu tumbang juga. Protes keras minta penyelesaian, perbaikan dan sebagainya datang juga kepada Markiz. Berbeda dengan kebanyakan CEO yang alergi terhadap protes dari project owner.
Ketika penulis datang ke kantornya di bilangan Jakarta Timur, pembicaraan sering diganggu oleh deringan telpon HP nya. Berbagai solusi proyek keluar dengan insruksi-instruksi lugas.
Terdengar protes dari proyek di Balikpapan, ya Pak besok pagi Saya sudah sampai di proyek., baik pak sampai ketemu.
Mr Call ini ternyata tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan dari rekanannya.
Tip Ke 8 : Saya adalah penjual Trampil
TRAMPIL adalah penguasaan teknis tehadap pekerjaan tertentu, seperti : sopir adalah seorang yang trampil mengerai mobil, pemasar adalah seorang yang menguasai teknis pemasaran.
Ketrampilan merayu, meyakinkan, memprensentasikan, mengkomunikasikan, dan mendemonstrasikan produk kepada pembeli diperlukan dalam proses penjualan.
Seorang penjual trampil lebih direspon oleh calon pembeli karena mampu memberi gambaran menyeluruh tentang produk, baik keunggulannya maupun kelemahannya.
Sulit dibayangkan mungkinkah seorang penjual mampu meyakinkan pembeli dengan pengetahuan dan ketrampilan yang minim sekali ? Apalagi untuk menjual produk yang padat dengan teknologi, seperti komputer, telekomunikasi, elektronik, alat berat, properti, dan alat transportasi.
Ketrampilan seorang penjual salah satunya dapat dibentuk melalui pelatihan “Trainning”, magang, simulasi, dan praktek
Tip Ke 9 : Saya adalah penjual Sebenarnya.
Maksudnya adalah penjual sejati, profesional, dan sukses.
Penjual sejati adalah seseorang yang memilih jati diri sebagai penjual saja, artinya seluruh nafas hidupnya hanya untuk menjual… menjual…menjual…
Penjual Profesional adalah seseorang yang memiliki kecakapan yang memadai untuk mengerjakan pekerjaan menjual…menjual…
Penjual sukses adalah seorang penjual yang berhasil memenuhi pencapaian target penjualan
Ditulis dalam Buku : Kiat Penjualan sukses | 16 Komentar »
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Mei 4, 2007
Superman adalah sosok pahlawan pembela kebenaran. Superman memiliki kekuatan dan kemampuan untuk membatu siapapun dari ancaman kejahatan. Ia bisa terbang di angkasa yang luas karena memiliki sayap. Pandangan matanya yang mampu menahan air hujan. Tenaganya mampu menahan laju kereta api. Pastinya, Ia adalah penegak kebajikan. Separuh pekerjaan polisi hilang begitu saja jika ada Superman.
Sayang-nya Superman hanya pekerja keras…Pahlawan… diatas kertas!!!
Dikehidupan sehari-hari kejadian kepahlawanan sulit sekali muncul. kebanyakan orang lebih memikirkan dirinya sendiri daripada orang lain. Egoisme adalah sifat kebanyakan manusia dalam mengarungi kehidupan yang memang cenderung keras. Kejujuran menjadi barang mahal. Menegakkan kejujuran mandapatkan tantangan yang serius oleh desakan kebutuhannya sendiri. Dua variabel penting atas ketidakjujuran seseorang adalah Niat dan Kesempatan. Niat jahat adalah faktor terbesar, karena dengan niat yang kuat kesempatan dapat diciptakan. Sebaliknya jika kesempatan ada, tetapi jika niat belum tertanam kuat dihati kesempatan tidak dipakai untuk melaksanakan kejahatan.
Kejahatan di bidang ekonomi marak akhir-akhir ini. Pelakunya adalah orang penting yang memiliki tingkat pendidikan dan kompetensi yang tinggi. Mereka adalah lulusan perguruan tinggi tersohor. Dengan modal itu, seharusnya mereka dapat menjadi Superman “Pahlawan kebajikan” dan pembela kebenaran.
Mereka mestinya mampu menjadikan BUMN kita menjadi kuat dan memiliki daya saing yang tinggi. Bumi pertiwi tercinta nan subur, tidak hanya sekedar dibibir saja tetapi dibuktikan dengan swasembada beras, petani makmur, dan nelayan bahagia.
Kita mungkin seorang akuntan, insinyur, dokter, guru, PNS, TNI, manajer dan pengusaha. Sehebat apapun kita, so… pasti kita bukan Superman.
Dalam konsep manajemen : perencananaan dan pengendalian merupakan jawaban atas Ketiadaan sosok Superman. Pekerjaan yang direncanakan dengan matang, didukung oleh SDM yang handal, dan kepemimpinan yang kuat tidak menjamin tidak adanya penyimpangan. Oleh karenanya diperlukan fungsi manajemen yang ketiga, yaitu pengendalian.
Pengendalian manajemen dapat mengurangi terjadinya penyimpangan dan kerugian perusahaan.
Kita bukan Superman!
[Tulisan ini dapat juga anda baca di KABARINDONESIA.COM]
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »