Ujian akhir nasional (UAN 2007) sudah berakhir. Menyisakan kegembiraan bagi yang lulus, kekecewaan bagi yang tidak lulus atau asal lulus, dan kebingungan setelah kelulusan mau kemana.
Dalam pentas kehidupan kebingungan dan keraguan adalah hal lumrah. “Biasa saja”, Yusril Ihza Mahendra Mantan Mensesneg berkata, ketika menjawab pertanyaan wartawan sehbungan diberhentikannya sebagai menteri. Walaupun hati beliau mungkin berkata lain.
Kata “biasa saja” menurut penulis jangan diartikan sikap menyepelekan persoalan. Tetapi lebih tepat adalah sebagai sikap manusia yang tawakal. Ketika pemberhentian atas sebuah jabatan hendaknya diartikan sebagai takdir ilahi sebagai pertanda kasih sayang pada umatnya.
Sebelum takdir datang, kita semua diwajibkan untuk berusaha keras menjawab berbagai persoalan kehidupan, termasuk saudara-saudara calon mahasiswa. Suasana kegembiraan atas kelulusan segera diakhiri, karena tantangan besar sudah di depan mata. Pilihan yang tersedia tidak selalu sesuai dengan harapan dan ketersedian sumberdaya khususnya kecukupan uang.
Mahasiswa = penumpang kapal layar menuju pelabuhan cita-cita
Sebagai ilustasi, calon mahasiswa adalah penumpang kapal layar menuju pelabuhan cita-cita. Ada pelabuhan dokter, insinyur, ekonom, akuntan, pebisnis dan sebagainya. Pastinya para penumpang ingin sampai ke pelabuhan dengan cepat dan selamat serta ongkos yang murah.
Kapal cepat dan aman adalah kapal bagus, lengkap, teknologi baru dan diawaki yang oleh kru yang handal. Investasi pembangunan dan operasional kapal tersebut pasti mahal. Sehingga bagaimana mungkin ketika kapal diluncurkan hanya dibayar ongkos yang murah. Investor rugi besar.
Begitupula pengelolaan kampus yang kualitas memerlukan dana besar. Seperti untuk membeli tanah, membangun gedung, pengadaan sarana: lab. komputer, lab. bahasa, olah raga dan seni, sistem informasi, fasos dan lain sebagainya. Jadi bagaimana mungkin calon mahasiswa berkantong tipis dapat sampai dengan cepat dan aman ke pelabuhan karier dengan kapal “kampus handal”, yaitu kampus yang mampu mengawal masa depan penumpangnya kepada pelabuhan “cita-cita”.
Kuliah gratis bagi siswa prestasi dan “tidak mampu”
Memang jalur PMDK dan SPMB menjajikan. Sayangnya lebih sedikit kursi daripada peminatnya. Tetapi jangan pesimis dulu kawan. Keinginan dan tekad untuk kuliah jangan kendur karena jika teliti, masih ada jalan menuju roma. Kabarnya kuliah gratis bagi siswa prestasi dan “tidak mampu” tersedia di beberapa kampus dan salah satunya adalah STIE Tunas Nusantara (STIE-TN).
STIETN memiliki “motto: kuliah dengan beasiswa tamat jadi wirausaha”. Tahun 2007/08 sekitar 200 calon mahasiswa ditunggu pendaftarannya pada program kuliah gratis.
Jangan salah paham dulu. Tulisan ini tidak sekedar porno eh maaf salah … yang benar …promo, tapi yang lebih penting adalah informasi yang diterima sebaiknya silakan diuji kebenarannya. Jelasnya di kampus beasiswa-kampus wirausaha yang mengelola program beasiswa/ kuliah gratis sudah diluncurkan sejak tahun 2001 sampai sekarang.
Pendidikan Terpadu = Kuliah + Pelatihan + Pemagangan Bisnis
Uniknya Tahun 2005 dan disempurnakan tahun 2006 yang lewat, STIE-TN meluncurkan program wirausaha kuliah gratis ( anti pengangguran ) bagi yatim piatu / ekonomi lemah / prestasi, dimana program pendidikannya terpadu. Tujuan Program diarahkan agar lulusannya menjadi ” imun / kebal / anti ” pengangguran. Artinya hal tersebut dapat diantisipasi melalui sistem pendidikan terpadu “kuliah-latihan-magang”.
Pendidikan terpadu maksudnya adalah pendidikan yang mengkombinasikan beberapa unsur kegiatan, yaitu Perkuliahan (jam 08.00 – 12.15), Pelatihan bisnis (12 x/th), dan Pemagangan bisnis (3 bulan di semester 2). Selanjutnya para mahasiswa diharapkan sudah memiliki bisnis dan punya penghasilan pada akhir tahun pertama. Dengan demikian tangan tidak berada dibawah lagi, sebaliknya mungkin saja sudah di atas membantu sanak keluarga, bangsa dan negara.
Penutup
Silakan menggali informasi lebih lanjut ke humas . Hubungi : Bapak Agus Telp. 021-68943243 & Mbak Azizah 021-80883639. Ayo daftar kuliah “Gratis” dan lulus jadi Pebisnis. Ayo Indonesia Bangkit.


