Iwan Darmawansyah

Pengelola Kampus Beasiswa Kampus Wirausaha

Arsip untuk Maret 9th, 2008

Amerika di gusur Siapa yang Untung!

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Maret 9, 2008

Menengok teman lama adalah peristiwa yang membahagiakan. Tanpa disadiri oleh kita, cerita, dan suka duka di masa SMA begitu indah. Jika arah putar jam bisa dikembalikan, maka ingin rasanya kembali di masa itu. Terdengar cerita lucu, ketika teman-teman sekolah kompak mengunci kelas Guru yang datang terlambat dari dalam kelas. Mereka seakan-akan sibuk belajar sampai-sampai bunyi handel pintu tanda seseorang akan masuk tidak didengar oleh mereka. Padahal hati mereka geli bercampur takut menerima hukuman. Cerita selanjutnya, seperti biasa guru adalah penguasa, mereka sekelas dihukum dan guru tersebut tidak mau melanjutkan mengajar di kelas tersebut.

Sekelumit cerita diatas ketika saya mengantarkan isteri ke teman SMA nya di sebuah kota di Jawa Timur. Kabarnya temannya tersebut akan berangkat tugas sebagai diplomat di negara Paman Sam di bulan Juli. Teman tersebut sebut saja Mr X. Sepintas pada kali pertama bertemu di lapangan tenis Unair -Surabaya sekitar tahun 1993-an, nampak kehangatan dan keceriaan sebagai tanda sosok yang memiliki percaya diri penuh. Tidak aneh kalau Ia adalah seorang mantan ketua kelas.

Pada akhir Juni lalu, ketika berkunjung ke rumah teman. Kami mendengar pembicaraan tentang kabar penggusaran salah satu kota di Amerika. Aku kaget bercampur penasaran, sedikit komentar dalam hati, “apa iya Amerika nggak jauh beda dengan Indonesia”.

Ditulis dalam Gagasanku | Leave a Comment »

Perbedaan bukanlah masalah

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Maret 9, 2008

Kedengaran lucu tapi kalau dipikir malu juga. Seorang tokoh Agama Ormas Besar menyebutkan bahwa masalah bangsa kita cuma ngintip bulan saja tidak akur, sedangkan bangsa lain jauh sebelumnya sudah pergi ke bulan.

Untuk sekian kalinya, perbedaan penentuan 1 syawal terjadi kembali. Idealnya ingin merayakan nya bersama-sama. tetapi apa daya tangan tak sampai dua ormas besar Muhamaddiah dan NU. Pemerintah sudah berusahan menyatukan dua pendapat tetapi hasil akhirnya tetap berbeda.

Keinginan tinggal harapan, kenyataanya berbeda itu tidak perlu dipersoalkan dan ditarik menjadi persoalan negara. Berbeda itu indah. Dalam dunia usahapun demikian perbedaan harga, kualitas dan kemasan adalah hal yang biasa.

Dalam dunia bisnis perbedaan persepsi justru memperkaya industri itu sendiri. Persepsi adalah respon atas suatu fenomena yang dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu dan pribadi masing-masing. Keinginan yang bervariasi dari konsumen mendorong industriawan untuk selalu inovatif dan kreativitif agar produk dan jasanya tetap di minati pelanggan.

Ditulis dalam Gagasanku | 1 Komentar »