Pentingnya Membangun Tim yang solid
Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Agustus 23, 2008
Tak dapat dipungkiri bahwa pemimpin organisasi menganggap pentingnya kehadiran para bawahan. Bawahan tidak sekedar orang yang diperintah, tetapi jauh daripada itu, bawahan merupakan variabel kunci sukses tidaknya misi yang diemban oleh para atasan.
Keberadaan dan dukungan staf dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi para manajer. Tetapi jika salah urus, maka akan menjadi malapetaka organisasi. Fungsi rekruitment merupakan pintu masuk apakah karyawan baru tersebut dapat bersinergi posistif atau negatif. Setelah fungsi kepegawaian yang lain seperti fungsi orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, promosi jabatan, konpensasi, dan pemeliharaan sudah laksanakan dengan baik, maka aspek kepemimpinan-lah yang menjadi penentu keberhasilan sebuah organisasi.
Tak heran jika para atasan mengeluh karena bawahannya tidak becus bekerja. Setiap tugas yang diberikan tak pernah tuntas. Jika hal itu dilanjutkan ke pola pembinasaan bukan pembinaan, maka berapa orang karyawan yang di pecat dan berapa orang di angkat sebagai pegawai baru setiap harinya.
Akankah lebih bijak bagi semua pihak, jika otoritas pemimpin digunakan terlebih dahulu untuk melakukan upaya self correction, yaitu bagaimana melakukan koreksi ke dalam terlebih dahalu dan selanjutnya baru melihat secara mendalam aspek-aspek bawahan itu sendiri.
Yang dimaksud koreksi kedalam bukan saja aspek internal pemimpin itu sendiri, tetapi juga sistem kerja yang dikembangkan dalam organisasi. Mengapa demikian karena sistem kerja yang didukung oleh Standard Operating Procedure (SOP) dapat memperkecil kesalahan kerja dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi serta produktifitas kerja.
Stabilitas organisasi jauh lebih penting dari pada hadirnya pemimpin yang atraktif dan reaktif. Organisasi lebih membutuhkan sikap proaktif baik atasan maupun bawahan. Sehingga tercipta sinergi dan harmoni menuju terwujudnya efektifitas, efisiensi dan produktifitas organisasi.
Tetapi sangat sayang belum banyak organisasi yang memiliki sistem kerja yang kuat. Bagaimana Organisasi Anda ! Semoga sukses selalu !



edi berkata
Tim yang solid lahir dari sebuah kesatuan komponen yang ada, satu sama lain saling mengharga, saling menolong , saling mendukung dengan penuh ketulusan, tentunya dengan memberikan contoh dari seorang pimpinan, tanpa contoh/tauladan lahir dan bathin yang baik dr pimpinan mustahil tim akan lahir dgn kesolidan. intinya pimpinan mampu memberi contoh konkrit bukan sekedar tiori konsep, dan memahami semua kekuatan dan kemampuan anggota tim, dngn penuh bijak bukan dengan perasaan. selamat berjuang untuk membangun tim yg solid
Iwan Darmawansyah berkata
Sdr. Edi trim sudah berkomentar.
Saya setuju dengan anda bahwa faktor keteladanan pemimpin adalah mutlak. Tetapi tidak cukup, Tim perlu bekerja secara fokus dan terarah serta koordinatif. Jika level kepemimpinan di bagi 3, yaitu Top, Midle dan Bottom, maka dari masing-masing tingkatan memerlukan skill berupa Conceptual skill, Managerial skill dam technical skill. keteladanan top management bertumpu pada conceptual skill dan cukup managerial skill dan sedikit technical skill. Sebaliknya Untuk Bottom management keprluan akan kompetensi bertumpu pada technical skil, cukup managerial skill, dan sedikit pada conceptual skill serta diperlukan syarat kepemimpinan yang kuat karena kepemimpinan level ini langsung berhubungan dengan staf dan pekerja. Jadi keteladanan pemimpin hendaknya disesuaikan dengan tingkatan manajemen.