Iwan Darmawansyah

Pengelola Kampus Beasiswa Kampus Wirausaha

Arsip untuk September, 2008

Terbelenggu Oleh Pikiran Buruknya Sendiri

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada September 19, 2008

Kehidupan seperti panggung sandiwara. Ada Si kaya dan Si miskin. Ada Pengusaha dan ada karyawan. Ada Pemodal dan ada pekerja. Sepertinya hidup selalu berpasang-pasangan, siang-malam, benci-rindu, baik-buruk, salah-benar, sukses-gagal, untung-rugi dan lain sebagainya.

Hidup merupakan pilihan. Pilihan seseorang diwujudkan tidak sekedar ucapan semata, tetapi harus di buktikan dengan usaha. Gagasan perlu tetapi jauh lebih perlu adalah ikhtiar. Pilihan hidup seseorang dapat dilihat dari ikhtiar yang dikerjakannya.

Ia akan sukses kalau ikhtiarnya postitif dan akan gagal jika ikhtiarnya negatif. Ikhtiar Positif tentunya diawali Pikiran positif (the positive thinking). Kekuatan pikiran positif adalah maha dahsyat, sebaliknya pikiran buruk adalah maha menghancurkan. Pekerjaan yang diselimuti dengan pikiran buruk sudah dapat dipastikan hasilnyapun buruk. Jikalau tidak, tender yang dimenangkannya akan membawa masalah besar dikemudian hari. Seperti melonjaknya harga bahan, bencana alam, tak solidnya SDM, pengusutan KPK dan sebagainya. Contoh terbaru terdengan kabar Eksekutif Lippo tertangkap basah memberikan uang suap kepada M. Iqbal anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).
Tanpa disadari kegagalan banyak orang selama ini berawal karena ketidakyakinan mereka dengan apa yang mereka miliki. Sumberdaya yang dimiliki tidak mereka disyukuri dan diproses secara optimal mungkin. Mereka melangkah dengan keraguan bukan optimisme. Mereka terbelenggu oleh pikiran buruknya sendiri.

Bagaimana mungkin pihak lain akan menilai baik jika yang bersangkutan sendiri menggambarkan dirinya sendiri sosok yang buruk rupa dan menjijikkan.

Sebaliknya ketersedian sumberdaya yang cukupan saja, tetapi dikelola oleh sosok yang terbebas oleh pikiran buruknya cenderung menjadi sosok yang berhasil dan menjanjikan. Selanjutnya syarat penting yang tidak boleh diabaikan adalah kemampuan manajerial, yaitu kemampuan mengelola sumberdaya secara efektif, efisien dan produktif.

Mudah-mudah kita termasuk yang terbebas oleh pikiran buruk. Amin !

Ditulis dalam Opini | 4 Komentar »

Petarung dan Pecundang

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada September 15, 2008

Tak selalu yang dikatakan menjadi kenyataan. Itu pemandangan sehari-hari. Kegagalan-kegagalan datang silih berganti. Bedanya bagi yang memiliki banyak tabungan akan lebih lama bangkrut daripada orang tak suka menabung. Ketika evaluasi kinerja dilakukan, kebanyakan mereka sibuk mencari kambing hitam daripada intropeksi diri.

Kasihan sekali nasib kambing hitam. Sering disebut oleh pecundang bukan petarung.

Pebisnis ataupu petarung hakekatnya sama, yaitu bagaimana menundukkan masalah. Masalah utama pebisnis adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah produk atau jasa yang di ciptakannya. Sumberdaya perusahaan meliputi uang, bahan, mesin, manusia, teknologi, metode dan pasar. Pengelolaan sumberdaya oleh pebisnis harus dilakukan secara efektif, efisien dan produktif. Petarung bisnis adalah sosok yang dapat diandalkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Kondisi tersulit sekalipun Sang Petarung bisnis sejatinya mampu mengendalikan resiko bisnis pada tingkat aman dan merubahnya menjadi peluang jitu yang selajutnya diproses lebih lanjut dengan mengoptimalkan kekuatan internal dan antisipatif terhadap kelemahan internal.

Bagi Petarung bisnis tidak ada kamusnya kambing hitam. Yang tersedia didepan mata adalah bagaimana mengubah kesempatan menjadi kenyataan positif. Bagaimana meningkatkan nilai atas bisnis yang digeluti. Nilai hakiki dalam sebuah bisnis baginya bukan selalu keuntungan material saja, yang lebih mulia dari pebisnis adalah bagaimana dapat memperluas manfaat transaksi bukan saja terbatas hanya penjual ataupun pembeli tetapi juga karyawan, pemerintah ataupun masyarakat yang terkait lainnya.

Petarung bisnis tidak menjadikan Laba sebagai Tuhan. Laba adalah imbalan kerja pantas dan sebagian diantaranya adalah titipan masyarakat lain yang kurang beruntung. Jadi bagi petarung bisnis keutungan bukan lah merupakan sebuah kemenangan, kemenangan sesungguhnya adalah bagaimana pengelolaan atas keuntungan.

Sebaliknya Pecundang bisnis menganggap keuntungan adalah kemenangan, sehingga ia merasa dirinyalah yang paling pantas menikmatinya.

Andakah Orang Nya, Sang Petarung Bisnis !

Ditulis dalam Opini | 1 Komentar »

Marhaban yaa Ramadhan

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada September 3, 2008

Ketidakpuasan terhadap sesuatu hal biasanya akan memicu amarah dan kekesalan seseorang. Jika amarah tak terkendali dan melibatkan orang lain, maka dapat dipastikan masalah tersebut semakin melebar dan sulit untuk dihentikan.

Baru-baru ini terekam di berbagai media cetak maupun elektronik Presiden SBY tak kuasa Manahan amarahnya dengan menegur pembantunya di forum rapat kabinet. Beberapa tahun lalu, di perhelatan besar PGRI di Solo, Wapres JK begitu marah mendengar Bapak Winarno Surachmad baca puisi tentang sekolah seperti kandang ayam.

Sebelum era reformasi, Presiden Soeharto pernah marah-marah sampai- sampai anaknya Bang Ali pun dilarang meminjam uang ke bank. Siapa pun yang ingin Pak Harto hadir dalam pesta pernikahan anak mereka, pada acara terkait seluruh tokoh Petisi 50 dilarang datang.

Terlepas marah dengan alasan apapun, sejatinya marah di picu oleh perasaan ketiadakpuasan yaitu lebih tingginya harapan daripada kenyataan. Di era modern semestinya rasionalitas dan pikiran kritis dikedepankan sehingga tak ada lagi bentuk kekerasan apa pun yang terjadi akibat emosi tanpa dasar.

Kemarahan ataupun kekerasan dapat muncul dimana saja tidak terkecuali di dunia bisnis, tercatat beberapa peristiwa yang memicu investor asing hengkang dari bumi tercinta ke negeri seberang yang lebih menjamin kepastian keamanan, regulasi ataupun kenyamanan atas pungli dsb.

Di lain pihak nafsu serakah segelintir orang mampu mengundulkan hutan-hutan dan merusak gunung dengan dalih pemanfaatan hasil alam. Kontrak tambang tembaga yang sesungguhnya dibalik kontrak tembaga tersebut potensi pasir emas dan sebagainya yang dikelola secara serampangan dan mengabaikan keselarasan lingkungan. Sebagaimana dapat dilukiskan oleh ref. lagu ayo bangkit:

Hasil Bumi Ia kuras

Karya Anak negeri

Ia campakkan

Kini anak negeri menjerit

Bangsaku semakin

Terjepit

Ayo kita bangkit 2x

Marhaban yaa Ramadhan, Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan. Selamat menjalankan Ibadah Puasa Semoga Allah S.W.T. memasukkan kita kepada orang-orang pilihannya. Amien !

Ditulis dalam Religius | Leave a Comment »