Iwan Darmawansyah

Pengelola Kampus Beasiswa Kampus Wirausaha

Petarung dan Pecundang

Posted by Iwan Darmawansyah pada September 15, 2008

Tak selalu yang dikatakan menjadi kenyataan. Itu pemandangan sehari-hari. Kegagalan-kegagalan datang silih berganti. Bedanya bagi yang memiliki banyak tabungan akan lebih lama bangkrut daripada orang tak suka menabung. Ketika evaluasi kinerja dilakukan, kebanyakan mereka sibuk mencari kambing hitam daripada intropeksi diri.

Kasihan sekali nasib kambing hitam. Sering disebut oleh pecundang bukan petarung.

Pebisnis ataupu petarung hakekatnya sama, yaitu bagaimana menundukkan masalah. Masalah utama pebisnis adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah produk atau jasa yang di ciptakannya. Sumberdaya perusahaan meliputi uang, bahan, mesin, manusia, teknologi, metode dan pasar. Pengelolaan sumberdaya oleh pebisnis harus dilakukan secara efektif, efisien dan produktif. Petarung bisnis adalah sosok yang dapat diandalkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Kondisi tersulit sekalipun Sang Petarung bisnis sejatinya mampu mengendalikan resiko bisnis pada tingkat aman dan merubahnya menjadi peluang jitu yang selajutnya diproses lebih lanjut dengan mengoptimalkan kekuatan internal dan antisipatif terhadap kelemahan internal.

Bagi Petarung bisnis tidak ada kamusnya kambing hitam. Yang tersedia didepan mata adalah bagaimana mengubah kesempatan menjadi kenyataan positif. Bagaimana meningkatkan nilai atas bisnis yang digeluti. Nilai hakiki dalam sebuah bisnis baginya bukan selalu keuntungan material saja, yang lebih mulia dari pebisnis adalah bagaimana dapat memperluas manfaat transaksi bukan saja terbatas hanya penjual ataupun pembeli tetapi juga karyawan, pemerintah ataupun masyarakat yang terkait lainnya.

Petarung bisnis tidak menjadikan Laba sebagai Tuhan. Laba adalah imbalan kerja pantas dan sebagian diantaranya adalah titipan masyarakat lain yang kurang beruntung. Jadi bagi petarung bisnis keutungan bukan lah merupakan sebuah kemenangan, kemenangan sesungguhnya adalah bagaimana pengelolaan atas keuntungan.

Sebaliknya Pecundang bisnis menganggap keuntungan adalah kemenangan, sehingga ia merasa dirinyalah yang paling pantas menikmatinya.

Andakah Orang Nya, Sang Petarung Bisnis !

3 Tanggapan to “Petarung dan Pecundang”

  1. Saudara Qta berkata

    Kalau Boleh saya berpendapatPAK….JAWABANNYA PASTI ADA krn BENAR DAN SALAH, BAIK DAN BURUK, PUTIH DAN HITAM, IMAN DAN KAFIR ADALAH SERENTETAN KATA SEPERTI petarung dan pecundang ini telah di gambarkan oleh kisah Habil dan Qabil …jadi hati-hati pak dimanapun mereka itu ADA… DAN ITU sudah sunatullah, jika ingin selamat WASPADA….WASPADA dan waspada DAN JANGAN TERJEBAK….ISNYA ALLAH AKAN SELAMAT, SUATU SAAT PETARUNG SEJATI DAN PECUNDANG SEJATI AKAN MUNCUL MEMBAWA BENDERANYA MASING-MASING

  2. [...] Petarung dan Pecundang [...]

  3. narso.perdana berkata

    ketika seorg penjual sayur dgn dia membeli satu ikat bayam seharga 100 rupiah lalu dia dengan susah payah menjual dengan harga 150 dengan harapan dia ingin mendapatkan dari sisa belanja 50 rupiah lalu didepan dia ada yg mau membelinya 250 rupiah dimana letak pecungang dan pembisnis terdapat

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.