Kehidupan seperti panggung sandiwara. Ada Si kaya dan Si miskin. Ada Pengusaha dan ada karyawan. Ada Pemodal dan ada pekerja. Sepertinya hidup selalu berpasang-pasangan, siang-malam, benci-rindu, baik-buruk, salah-benar, sukses-gagal, untung-rugi dan lain sebagainya.
Hidup merupakan pilihan. Pilihan seseorang diwujudkan tidak sekedar ucapan semata, tetapi harus di buktikan dengan usaha. Gagasan perlu tetapi jauh lebih perlu adalah ikhtiar. Pilihan hidup seseorang dapat dilihat dari ikhtiar yang dikerjakannya.
Ia akan sukses kalau ikhtiarnya postitif dan akan gagal jika ikhtiarnya negatif. Ikhtiar Positif tentunya diawali Pikiran positif (the positive thinking). Kekuatan pikiran positif adalah maha dahsyat, sebaliknya pikiran buruk adalah maha menghancurkan. Pekerjaan yang diselimuti dengan pikiran buruk sudah dapat dipastikan hasilnyapun buruk. Jikalau tidak, tender yang dimenangkannya akan membawa masalah besar dikemudian hari. Seperti melonjaknya harga bahan, bencana alam, tak solidnya SDM, pengusutan KPK dan sebagainya. Contoh terbaru terdengan kabar Eksekutif Lippo tertangkap basah memberikan uang suap kepada M. Iqbal anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).
Tanpa disadari kegagalan banyak orang selama ini berawal karena ketidakyakinan mereka dengan apa yang mereka miliki. Sumberdaya yang dimiliki tidak mereka disyukuri dan diproses secara optimal mungkin. Mereka melangkah dengan keraguan bukan optimisme. Mereka terbelenggu oleh pikiran buruknya sendiri.
Bagaimana mungkin pihak lain akan menilai baik jika yang bersangkutan sendiri menggambarkan dirinya sendiri sosok yang buruk rupa dan menjijikkan.
Sebaliknya ketersedian sumberdaya yang cukupan saja, tetapi dikelola oleh sosok yang terbebas oleh pikiran buruknya cenderung menjadi sosok yang berhasil dan menjanjikan. Selanjutnya syarat penting yang tidak boleh diabaikan adalah kemampuan manajerial, yaitu kemampuan mengelola sumberdaya secara efektif, efisien dan produktif.
Mudah-mudah kita termasuk yang terbebas oleh pikiran buruk. Amin !


