Beranda » Gagasanku » Membangun ekonomi kerakyatan ala stietn

Membangun ekonomi kerakyatan ala stietn

Di dunia kegiatan ekonomi adalah kegiatan tertua. Setiap bayi yang lahir membutuhkan air susu untuk agar bertahan hidup. Dan air susu tidak didapatkan cuma-cuma. Jika air susu ibu mencukupi, yang dibutuhkan adalah bagaimana agar sang ibu dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi. Jika tidak mencukupi, susu kaleng pun jadi.

Pembelian makanan untuk sang ibu atau pembelian susu kaleng merupakan aktivitas ekonomi. Sebelum uang ditetapkan sebagai alat tukar. Sistem tukar barang “barter” menjadi pilihan masyarakan dimasa itu. Dengan sistem barter, aktivitas ekonomi bergerak dan akan terus bergerak menjawab setiap desakan kebutuhan manusia.

Pertumbuhan ekonomi semakin tinggi dengan adanya alat tukar “uang”.

Dulu, uang sebagai alat pembayaran merupakan sebuah penemuan fenomenal dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kenapa demikian? Karena uang mampu menghilangkan ketidak cocokan pertukaran atau perdagangan. Dalam Konteks ini uang merupakan SOLUSI.

Kini, kebanyakan manusia diperbudak oleh uang. Bagi mereka uang tidak sekedar solusi tetapi seolah-oleah seperti Tuhan yang diagung-agungkan. Sehingga yang terjadi di negeri yang kita cintai, sang kaya terus menjadi kaya dan sang miskin tetap menjadi miskin. Sistem perekonomian tidak memihak kepada rakyat tetapi lebih memihak kepada Pemodal. Dalam konteks ini uang merupakan ILUSI.

Uang menjadi ILUSI bukan SOLUSI. Apakah anda setuju?

Apakah hidup tidak perlu Uang? Jawaban yang pasti Tidak. Uang tidak segala-galanya. Uang bukan tujuan tetapi alat, kata orang. Jelasnya perlu diperkuat ekonomi kerakyatan “asli”. Yang dimaksud “asli” = “sejati”. Ekonomi kerakyatan sejatinya menjadi obat mujarab buat kita semua.

STIE Tunas Nusantara (Stietn) satu dari banyak PTS, berusaha menjadi lembaga pendidikan Ilmu ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan “asli or “sejati”. Untuk mewujudkan cita-cita yang luhur, perlu dukungan teman-teman anak negeri. Mari kita bangun bangsa kita dengan karya-karya yang inovatif dan berorientasi Produk dalam negeri ! Ayo kita bangun tatanan kehidupan ini dengan kepedulian terhadap produk INDONESIA !

Masalah bangsa kita, tidak dapat sepenuhnya dipecahkan dengan cara asing. Kebanyakan baju asing tidak cocok dengan baju lokal. Masalah bangsa kita sepantasnya diselesaikan dengan cara INDONESIA.

Ilmu Ekonomi yang dipelajari di kebanyakan perguruan tinggi merupakan adopsi literatur-literatur asing “BARAT”. Sehingga kompetensi lulusan perguruan tinggi lebih berorientasi “CARA BARAT” bukan “CARA SEBAIKNYA”.

Apakah reformasi sistem pendidikan bidang ekonomi perlu dilakukan ? Caranya bagaimana? Siapkah kita mewujudkannya? Kapan di mulai? Setujukah anda jika kita bentuk wadah Membentuk MASYARAKAT PEDULI PRODUK INDONESIA?

Sebagai penutup pada kesempatan ini, pembangunan ekonomi tinggi mensyaratkan partisipasi masyarakat “entrepreneur” Indonesia. Artinya wirausahawan “indonesia jaya” harus tampil dalam jumlah yang cukup dan berdaya saing tinggi. Sekolah dan perguruan tinggi seharusnya lebih banyak mencetak wirausahawan daripada pekerja. Kewirausahaan sudah saatnya mendapatkan tempat di lingkungan pendidikan formal. Selama ini kewirausahaan hanya didominasi pendidikan informal.

Fenomena ITB mendeklasikan sebagai kampus “technopreneurship” merupakan pertanda kebangkitan pendidikan kewirausahaan di bumi pertiwi. Mudah-mudahan dapat diikuti kampus besar lainnya. Anda-kah selanjutnya? [stietn]

[Tulisan yang sama dapat anda baca di kabarindonesia.com]


6 Komentar

  1. Rishag Andiko mengatakan:

    Gimana kalo kita jadikan STIETN, sebagai kampus pioner [base camp] Ekonomi Kerakyatan sekaligus menggulirkan MPPI (Masyarakat Peduli Produk Indonesia) itu. Setuju……..?!

  2. Iwan Darmawansyah mengatakan:

    Usulan anda bagus sekali. mau gabung ?

  3. Iwan Darmawansyah mengatakan:

    Artikel ekonomi kerakyatan di era global dapat di lihat di http://www.ekonomirakyat.org/edisi_7/artikel_1.htm

  4. aries cahaya mengatakan:

    saya kurang setuju dengan pendapat anda tentang uang adalah ilusi bukan solusi. anda dapat mengklarifikasi lebih jauh tentang fungsi uang, dan dapat melihat realita yang ada bahwasannya uang bukan segala-galanya, tp segala-galanya perlu uang. hal ini mungkin dapat kita amsilahkan sendiri2! kalau saya sangat setuju bila anda mempunyai keinginan untuk membangun ekonomi kerakyatan. sebagai referensi dalam mengimplementasikan mungkin anda dapat membaca sebuah buku tentang ekonomi kerakyatan oleh dengan judul buku Membangun Indonesia Emas, oleh gunawan sumodiningrat. good luck 2 STIE TN. kampus tercinta. Jaya terus Indonesia

  5. aries cahaya mengatakan:

    Happy Brithday to GOOD LEADRSHIP In STIE TN. i pray to Allah, he can build STIE TN with branding STIE TN ( KAMPUS BEASISWA kampus wira usaha) and Combine with ECONomic society. panjang umur and good luck.

  6. fahri mengatakan:

    aq rasa saat ini indonesia da kehilangan identitasnya sebagai negara yang punya banyak kekayaan tidak hanya alam. jadikan ekonomi kemasyarakatan yang sesuai dengan jati diri indonesia yang maju dengan agraria yang berteknologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tunas Nusantara Jaya

indonesia_flag.gif

Berkibarlah Selalu

Blog Stats

  • 386,935 hits

Yang Sedang Belajar

website counter

Beasiswa Wirausaha, Mau?

Yang Cepet - Dapet!!! Klik Aja

beasiswa1.png

April 2007
S S R K J S M
    Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d blogger menyukai ini: