Beranda » Opini » Kita bukan Superman = Supermanajer

Kita bukan Superman = Supermanajer

Superman adalah sosok pahlawan pembela kebenaran. Superman memiliki kekuatan dan kemampuan untuk membatu siapapun dari ancaman kejahatan. Ia bisa terbang di angkasa yang luas karena memiliki sayap. Pandangan matanya yang mampu menahan air hujan. Tenaganya mampu menahan laju kereta api. Pastinya, Ia adalah penegak kebajikan. Separuh pekerjaan polisi hilang begitu saja jika ada Superman.

Sayang-nya Superman hanya pekerja keras…Pahlawan… diatas kertas!!!

Dikehidupan sehari-hari kejadian kepahlawanan sulit sekali muncul. kebanyakan orang lebih memikirkan dirinya sendiri daripada orang lain. Egoisme adalah sifat kebanyakan manusia dalam mengarungi kehidupan yang memang cenderung keras. Kejujuran menjadi barang mahal. Menegakkan kejujuran mandapatkan tantangan yang serius oleh desakan kebutuhannya sendiri. Dua variabel penting atas ketidakjujuran seseorang adalah Niat dan Kesempatan. Niat jahat adalah faktor terbesar, karena dengan niat yang kuat kesempatan dapat diciptakan. Sebaliknya jika kesempatan ada, tetapi jika niat belum tertanam kuat dihati kesempatan tidak dipakai untuk melaksanakan kejahatan.

Kejahatan di bidang ekonomi marak akhir-akhir ini. Pelakunya adalah orang penting yang memiliki tingkat pendidikan dan kompetensi yang tinggi. Mereka adalah lulusan perguruan tinggi tersohor. Dengan modal itu, seharusnya mereka dapat menjadi Superman “Pahlawan kebajikan” dan pembela kebenaran.

Mereka mestinya mampu menjadikan BUMN kita menjadi kuat dan memiliki daya saing yang tinggi. Bumi pertiwi tercinta nan subur, tidak hanya sekedar dibibir saja tetapi dibuktikan dengan swasembada beras, petani makmur, dan nelayan bahagia.

Kita mungkin seorang akuntan, insinyur, dokter, guru, PNS, TNI, manajer dan pengusaha. Sehebat apapun kita, so… pasti kita bukan Superman.

Dalam konsep manajemen : perencananaan dan pengendalian merupakan jawaban atas Ketiadaan sosok Superman. Pekerjaan yang direncanakan dengan matang, didukung oleh SDM yang handal, dan kepemimpinan yang kuat tidak menjamin tidak adanya penyimpangan. Oleh karenanya diperlukan fungsi manajemen yang ketiga, yaitu pengendalian.

Pengendalian manajemen dapat mengurangi terjadinya penyimpangan dan kerugian perusahaan.

Kita bukan Superman!

[Tulisan ini dapat juga anda baca di KABARINDONESIA.COM]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tunas Nusantara Jaya

indonesia_flag.gif

Berkibarlah Selalu

Blog Stats

  • 386,935 hits

Yang Sedang Belajar

website counter

Beasiswa Wirausaha, Mau?

Yang Cepet - Dapet!!! Klik Aja

beasiswa1.png

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: