Beranda » Buku : Kiat Penjualan sukses » Bab 6: Kiat Ke 5. Saya Ingin Bertemu Dengan Pembeli

Bab 6: Kiat Ke 5. Saya Ingin Bertemu Dengan Pembeli

Semakin sering ditolak oleh PEMBELI semakin dekat dengan PENJUALAN. Rencana Penjualan penting tetapi lebih penting lagi Aksi Penjualan penjualan itu sendiri.

 

Penjual Sukses Adalah Seorang Ahli Negosiasi.

Tatap muka pembeli dan penjual merupakan upaya nyata untuk menciptakan traksaksi. Dalam kenyataanya untuk mendapatkan janji bertatap muka tidaklah mudah. Seringkali calon pembeli menolak tatap muka dengan berbagai alasan:

  1. Maaf saya sedang tidak bisa diganggu sampai minggu depan ?

  2. Maaf bos saya sedang keluar Kota ? kata sekretarisnya !

  3. Baik, kirimkan saja surat penawarannya via pos atau email ?

  4. Maaf mbak, baju ini terlalu besar buat Saya ?

  5. Kalau barang yang Anda tawarkan, Bos kami sudah membelinya minggu yang lalu ?

  6. Maaf Bu, harga mobil ini terlalu mahal buat Saya?

  7. Saya mau bila kalau 100 ribu rupiah dapat tiga buah?

  8. Oke, Saya akan tanya Isteri apakah Ia mau beli ?

  9. Tidak sekarang Bung, yang pasti saya tertarik mau beli sepatu ini ?

Orientasi Solusi bukan Ilusi

Mungkin kalau ditulis, 1001 satu alasan bisa diucapkan calon pembeli. Bagaikan menembus tembok cina saja, kata Kho Liem. Seorang Liem penjual sukses saja mengomentari fenomena tersebut diatas. Tetapi tunggu dulu Kho Liem juga tidak mau kalah set dengan calon pembelinya Saya juga punya lebih dari 1001 jawaban pamungkas yang bisa meyakinkan pembeli bahwa Saya adalah Liem pembawa SOLUSI bukan pembawa ILUSI.

Sembilan Tip menjawab kiat ke 5

Tip Ke 37 : Baik, …

Baik Pak, demi Bapak jangankan satu minggu, bulan depanpun saya tetap setia menunggu ?

Tip Ke 38 : Membuka …

Membuka akses bisnis ke luar kota memang hanya dilakukan oleh orang yang sukses. Kapan beliau kembali?

Tip Ke 39 : Kalau …

Kalau Bapak berkenan, saya akan kirim surat penawaran langsung kepada Bapak, kebetulan saya sedang berada di sekitar lokasi Kantor Bapak

Tip Ke 40 : Bagaimana …

Bagaimana kalau yang ini, sepertinya cocok dan mbak semakin cantik !

Tip Ke 41 : Kalau tidak,..

Kalau tidak keberatan Saya akan berikan Bapak sample produk kami, Silakan Bapak bandingkan dengan produk yang Bapak baru beli ?

Tip Ke 42 : Baik Pak, …

Baik Pak, selamat berlibur semoga menjadi perjalanan yang menyenangkan, kapan sebaiknya saya dapat berjumpa lagi ?

Tip Ke 43 : Kalau harga…

Kalau harga dibawah 100 jutaan ambil saja yang standar, walau standar asesoris keren & oke punya?

Tip Ke 44 : Oh ya…

Oh saya yakin isteri bapak akan bahagia dan semakin sayang Bapak?

Tip Ke 45 : Jika…

Jika Bapak beli hari ini dapat diskon 30% ?

 

Pertemuan tidak selalu diakhiri transaksi

Pertemuan dengan calon pembeli tidak sekedar untuk melakukan transaksi. Karena transaksi tidak mesti harus terjadi saat ini, yang penting dan harus dilakukan adalah bagaimana bertemu dulu.

Perlu diketahui bahwa meminta waktu untuk presentase kepada calon pembeli perlu kerja keras dan terobosan. Sekali dua kali gagal adalah hal yang biasa bagi penjual sukses. Justeru penolakan manjadi pelecut dan pendorong yang “dasyat” bukan malah sebaliknya. Hanya menjadi alasan untuk menutupi kelemahannya.


3 Komentar

  1. Roudhoni mengatakan:

    Semakin sering ditolak oleh PEMBELI maka semakin dekat dengan PENJUALAN. Karena berbekal pengalaman yang telah didapatkan, maka kita dapat menyelesaikan permasalahan yang telah kita lewati sebelumnya, akhirnya kita dapat omset penjualan.

    Rencana Penjualan penting tetapi lebih penting lagi Aksi Penjualan. Hal ini dapat dikatakan karena Penjualan merupakan objek dari Rencana Penjualan atau marketing yang dilakukan oleh marketer sebagai predikatnya. Dengan kata lain, penjualan ialah tujuannya.

  2. Ebit mengatakan:

    Saya sangat setuju sekali dengan yang penulis katakan bahwa Penjual Yang Sukses Adalah Seorang Ahli Negosiasi karena arti dari tulisan diatas adalah penjual yang bisa bernegosiasi dengan konsumen karena dengan negosiasi yang baik maka akan tercipta hubungan yang baik pula,dengan hubungan yang baik maka akan terciptalah kerjasama yang bagus,dengan adanya kerjasama yang bagus antara Penjual dan Konsumen maka akan terjalinlah rasa saling menghormati dan saling menghargai.Dengan demikian seorang penjual harus bisa menghormati dan saling menghargai agar dapat tercipta negosiasi yang baik antara penjual dan pembeli/konsumen.

  3. desy mengatakan:

    Pembeli merupakan seorang raja yang dilayani, jika ingin bertemu dengan pembeli bersikaplah yang ramah, sopan dan santun. perlakukanlah pembeli seperti seorang raja, dengan tujuan agar tetap menjadi langganan yang setia. Sikap suka memperhatikan dan peduli dengan pembeli merupakan hal yang perlu dipertahankan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tunas Nusantara Jaya

indonesia_flag.gif

Berkibarlah Selalu

Blog Stats

  • 386,935 hits

Yang Sedang Belajar

website counter

Beasiswa Wirausaha, Mau?

Yang Cepet - Dapet!!! Klik Aja

beasiswa1.png

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: