Beranda » Buku : Kiat Penjualan sukses » Bab 8 : Kiat Ke 7. Saya Selalu Lengkapi KebutuhanNya

Bab 8 : Kiat Ke 7. Saya Selalu Lengkapi KebutuhanNya

Tabah sampai akhir hayat, adalah judul film yang mengambarkan proses perjuangan anak manusia untuk tetap hidup di dunia yang fana ini. Pesan bagi penonton bahwa setiap manusia dituntut untuk sabar dan tawakal atas cobaan hidup. Dibalik kesulitan terbentang kemudahan.

Sikap seperti ini juga harus dimiliki oleh seorang penjual. Kerja keras dan pantang menyerah, serta selalu menghargai dan menempatkan keinginan pelanggan adalah sesuatu hal “super” penting. Sikap tersebut harus ditanamkan di dalam jiwa setiap penjual.

Responsif terhadap kebutuhan pelanggan

Ketika pelanggan protes karena nilai kepuasan yang didapat tidak sesuai dengan harapannya, penjual harus siap dan tersenyum ketika mendengar makian sekaligus tanggap dengan penuh komitmen.

Ketika seorang pelanggan TV elektronik, tidak puas atas ketajaman gambar televisi yang baru dibelinya dua hari yang lalu. Penjual tentu harus tanggap dan kalau perlu memberikan solusi terbaik, misalnya mengganti televisi yang baru bukan justeru men-servicenya kembali.

Dengan pelayanan total demikian tentu pelanggan terhibur, dan mudah-mudahan dapat mengobati kekecewaan-nya. Harapannya yang besar untuk menikmati acara televisi tidak harus ditunda satu minggu, karena TV barunya harus diservice ke pabriknya.

Kegagalan pada transaksi pertama belum kiamat

Di akhir proses presentasi, seringkali terjadi tidak langsung ditutup transaksi. Yang terjadi tidak seperti yang diharpkan, pelanggan masih belum yakin apakah dengan membeli barang/jasa ini kebutuhan dan keinginannya dapat terpenuhi dan terpuaskan.

Berbagai alasan yang menunda keputusan membeli, yaitu disain yang kuno, harga yang mahal, model tidak nyaman, rendahnya kemampuan kerja produk/jasa, teknologi yang tepat guna dan sebagainya.

Kegagalan pada transaksi pertama belum kiamat. Tentu harus ditindaklanjuti dengan menawarkan aneka produk lain lebih sesuai atau dengan pendekatan yang lebih tepat yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Sepanjang calon pembeli memiliki berbagai pilihan, kesesuaian antara harapanNya dengan pendekatan penjual adalah syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sembilan Tip menjawab kiat ke 7

Ada 9 Tip yang bisa dilakukan penjual untuk mendorong pelanggan membeli produk, yaitu :

Tip Ke 55 : Saya selalu lengkapi pilihan harga.

Ketika pembeli tertarik atas produk yang ditawarkan, tetapi tidak terdorong untuk membeli. Terungkap bahwa hal itu disebabkan oleh alasan klasik, yaitu karena harga produk dianggap mahal. Bagi penjual sukses hal ini merupakan tantangan bukan kiamat.

Penjual sukses adalah penjual yang mampu mencari solusi, seperti : berikan potongan harga, pembayaran lunak, berikan hadiah, berikan kredit, beli dua dapat satu dan sebagainya.

Tip Ke 56 : Saya selalu lengkapi pilihan Corak .

Melengkapi berbagai pilihan corak atau motif merupakan upaya untuk melengkapi aneka produk pilihan dengan corak yang menarik. Corak yang menarik diharapkan mampu mengubah persepsi pembeli dari melihat-lihat saja menjadi pembeli.

Ketika pembeli mengurungkan niatnya membeli karena coraknya yang kuno, norak, atau yang lainnya. Maka tidak ada salahnya penjual mendorong atau merekomendasikan bagian disain atau pihak pabrikan untuk melakukan suatu “riset produk” penyempurnaan produk.

Tip Ke 57 : Saya selalu lengkapi pilihan kemasan.

Melengkapi pilihan kemasan merupakan upaya untuk melengkapi aneka produk dalam berbagai pilihan kemasan yang menarik, baik disain, warna, motif maupun bahannya. Seringkali penjual yang cerdas merekonstruksi produknya ke dalam kemasan khusus dengan harga yang lebih mahal.

Bahkan ada produk yang memiliki keunggulan dalam kemasan daripada produknya sendiri. Kemasannya bisa digunakan oleh pembelinya untuk kebutuhan yang lain seperti sebagai tempat perkakas, kue, dan sebagainya.

Contoh : Tersedia 2 (dua) kemasan susu bubuk, yaitu (1) kemasan kaleng dan (2) kemasan dus.

Tip Ke 58 : Saya selalu lengkapi pilihan Disain.

Melengkapi pilihan disain produk merupakan upaya penjual untuk melengkapi aneka produk dalam berbagai inovasi model yang menarik.

Inovasi produk ada dua, yaitu pertama peluncuran produk baru atau pengembangan produk lama. Penjual bukan saja ujung tombak tetapi juga selaku pihak yang secara langsung berhubungan dengan pembeli. Masukan dan keluhan pelangga sebaiknya degera dikomunikasikan kepada pihak produsen atau pabrikan. Selanjutnya dianalisis dan direspon secara nyata, salah satunya melalui disain kembali produk yang inovatif.

Misalkan : Polytron mengeluar seri Televisi multi guna. Televisi dilengkapi VCD/DVD Player. Mesin cuci multifungsi, pencuci, pembilas, dan pengering dalam satu tabung.

 

Tip Ke 59 : Saya selalu lengkapi kemampuan Produk.

Melengkapi dengan kemampuan produk merupakan upaya penjual melengkapi aneka produk dengan cara bagaimana meningkatkan kemampuan produk. Tujuan peningkatan kemampuan adalah untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan pemakainya.

Misalnya : Di bisnis otomotif, Toyota Kijang adalah mobil minibus, yaitu mobil keluarga besar. Honda jazz adalah “city car” yang dirancang lincah dan irit bahan bakar, Suzuki Jimny adalah mobil yang dirancang untuk medan berat.

Tip Ke 60 : Saya selalu lengkapi Kegunaan Produk.

Melengkapi kegunaan produk merupakan upaya penjual meningkatkan kegunaan produk atau menciptakan aneka produk dalam berbagai pilihan kegunaan. Nilai guna barang diukur dengan sejauhmana produk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Contoh : Pada awalnya kegunaan Helm motor adalah untuk keamanan penggunanya ketika terjadi kecelakaan dijalan. Sekarang apa yang terjadi ? Helm “helm balap” digunakan bukan hanya untuk keamanan penggunanya, tetapi diharapkan dapat mendongkrak prestise penggunanya.

Tip Ke 61 : Saya selalu lengkapi Informasi Produk.

Melengkapi informasi produk merupakan upaya penjual untuk mengoptimalkan persepsi dan penggunaan perosuk. Informasi tersebut berisikan berbagai hal tentang produk, seperti cara pemakaian, dosis, takaran, penyimpanan, batas waktu dan sebagainya.

Dengan mengetahui berbagai hal tentang produk, maka pelanggan diharapkan mendapat kepuasan optimal.

Sebaliknya ketidakpuasan pelanggan belum tentu disebab rendahnya kualitas produk, tetapi karena penggunaan produk yang tidak semestinya.

Contoh: Pemotretan yang baik dengan mengguna-kan kamera digital harus memperhatikan kesesuaian antara pencahayaan, jarak, sudut, dan sebagainya dengan petunjuk pemakaian. Petunjuk pemakaian dapat dilihat pada manual book.

Tip Ke 62 : Saya selalu lengkapi alasan.

Melengkapi dengan berbagai alasan merupakan upaya untuk meyakinkan pembeli bahwa pilihannya tidak keliru dan merupakan keputusan yang terbaik. Pilihan tersebut merupakan keputusan rasional, kerena keputusan ini sudah dipertimbangkan masak-masak.

Alasan rasionalitas adalah proses analisis “kebutuhan-produk” yang cukup panjang sebelum pengambilan keputusan. Analisis pertimbangan pelanggan meliputi komponen-komponen harga, kualitas , dan sistem purna jual.

Tip Ke 63 : Saya selalu menaruh harapan.

Apapun perkembangan terakhir menyangkut proses penjualan, perlu ditanamkan sikap optimis bahwa proses tersebut akan ditutup transaksi.

Perjuangan tanpa harapan, adalah hal yang mubasir. Perlu dibangun sikap optimis dan pantang menyerah serta selalu manaruh harapan bahwa transaksi hanya masalah waktu.

Penjualan tanpa transaksi adalah sebuah momentum untuk berjuang lebih keras lagi.

 


5 Komentar

  1. Roudhoni mengatakan:

    Mengetahui kebutuhan yang dibutuhkan oleh calon customer ialah kunci dari omset penjualan. Karena dengan mengetahui kebutuhannya, kita dapat memproduksi produk atau jasa sesuai dengan kebutuhannya dan sudah pasti produk atau jasa kita mempunyai nilai pada calon cutomer kita. Seteleh demikian, kita perlu mempersiapkan diri dengan informasi-informasi mengenai produk kita baik keunggulannya maupun kelemahannya yang disertai penyelesaiannya bila permasalahan timbul dari kelemahan produk atau jasa kita.

    Bila hal demikian telah kita kuasai, maka PASTI calon customer ini dapat menjadi customer kita, dengan alasan kebutuhannya yang sedang ia cari ada pada produk atau jasa kita. Dan pada akhirnya tujuan berupa omset penjualan dapat kita capai.

  2. desy mengatakan:

    Untuk menanggapi semua itu seorang penjual harus mengerti apa kebutuhan yang paling pokok atau utama. Lengkapilah kebutuhan pembeli meskipun pembeli tidak melakukan transaksi, dengan tujuan apa yang diperlukan oleh pembeli, penjual siap untuk melengkapinya meskipun tidak terjadi transaksi jual beli

  3. Ebit mengatakan:

    Memang kalau dilihat dari cara-cara penjual menarik minat pembeli itu memang harus mempunyai tip-tip yang penulis sebutkan diatas dengan tip-tip tersebut dengan tidak mungkin pembeli akan tertarik dengan barang yang kita tawarkan.karen kalau kita tidak memahami tip-tip tersebut maka kita tidak akan berhasil untuk menarik minat pembeli.

  4. Indra K. Elfarisy mengatakan:

    Jadi intinya menjadi penjual tuh harus kuat dan berusaha selalu lapang dada. Besar hatilah istilahnya. karena terkadang sangat sulit untuk memahami pelanggan. Benar, penjual tuh kudu tahan banting! dengan begitu, siapa bilang jualan itu gampang, ya kan? makanya harus diniatkan lillah biar jadi jihad. Kan semuanya musti diniatkan lillah. kincinya hanya satu jujur. Sebagai Uswah, lihatlah kiat sukses berbisnis ala Rasulullah SAW. pasti eta mah suksesna oge dunia akhirat. MAU?

  5. Indra K. Elfarisy mengatakan:

    Jadi intinya menjadi penjual tuh harus kuat dan berusaha selalu lapang dada. Besar hatilah istilahnya. karena terkadang sangat sulit untuk memahami pelanggan. Benar, penjual tuh kudu tahan banting! dengan begitu, siapa bilang jualan itu gampang, ya kan? makanya harus diniatkan lillah biar jadi jihad. Kan semuanya musti diniatkan lillah. kincinya hanya satu jujur. Sebagai Uswah, lihatlah kiat sukses berbisnis ala Rasulullah SAW. pasti eta mah suksesna oge dunia akhirat. MAU?

    He he…he…kayak ngingetin saya. kadang kalau lagi belajar jualan, di pinggir jalan, udah mah panas, berdebu, eeeh…jualan gak laku-laku. pas gitu ada orang yang liat-liat. Uuuh… kayak bener aja mau beli. Ternyata cuma liat; udah mah diacak-acakan? gimana siapa yang gak gereget; napi, ngambek juga ngapain kita kan penjual, yah mau gak mau kudu SABAR. kudu IKHLAS.

    Jadi, jangan lupa resep yang lain sebagai penjual ntuh harus banyak KUDU-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tunas Nusantara Jaya

indonesia_flag.gif

Berkibarlah Selalu

Blog Stats

  • 386,935 hits

Yang Sedang Belajar

website counter

Beasiswa Wirausaha, Mau?

Yang Cepet - Dapet!!! Klik Aja

beasiswa1.png

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: