Beranda » Opini » Jadilah diri sendiri

Jadilah diri sendiri

Berbagai peristiwa lomba digandrungi anak negeri. Mulai dari tingkat RT sampat tingkat Olympiade “Internasional”. Mulai dari panjat pinang sampai dengan Super Rezeki. Para orang tua, guru dan pemimpin bangsa memiliki harapan yang besar agar anak-anak negeri tampil menjadi pemenang berbagai lomba. Tak mau ketinggalan para industri pertelevisian mengadakan lomba-lomba berhadiah, seperti : who want to be millionere, deal or no deal, Super Rezeki 1 MILYAR, Super deal 2 MILYAR dan SuperMilyarder 3 MILYAR.

Peminat acara kuis tersebut semakin hari semakin banyak. Sebaliknya informasi yang menggambarkan kehidupan asli anak negeri sepi penonton. Sambil memencet remote TV untuk mengganti saluran TV “Super rezeki” mereka mengerutu “hari ginie masih kuno”.

Indonesia adalah bangsa Bahari dan bangsa Pertanian ?!
Ironi tetapi nyata. Suatu kali saya berdiskusi dengan seorang budayawan dan berbicara tentang fenomena gencarnya arus tranformasi budaya asing. Beliau mengatakan pentingnya pelestarian budaya sebagai pedoman hidup, kecuali satu aspek, yaitu etos kerja. Etos kerja Bangsa perlu meniru Etos kerja Bangsa Jepang.

Di kesempatan lain seorang teman yang malang melintang bekerja di perusahan mutinasional besar, mengatakan bahwa ada seorang pakar sosiologi menyebutkan bahwa bangsa etos kerja tinggi adalah didominasi oleh bangsa bahari dan etos kerja rendah adalah didonimasi bangsa pertanian.

Konsep Manajemen

Bagaimana kita menyingkapi fenomena diatas? Setujukah anda jika ada konsep manajemen baru, menyusul konsep Total quality management (ala Amerika), konsep Fengsui (ala Cina) dan konsep Kaizen (ala Jepang). Kabarnya Masalah Amerika akan pas jika dipecahkan dengan konsep ala Amerika, masalah Cina lebih pas dipecahkan dengan pendekatan konsep fengsui, dan Masalah bisnis Jepang lebih tepat jika di pecahkan dengan ala Jepang.

Jadi tidak keliru jika masalah kita, lebih tepat dipecahkan dengan Konsep Manajemen bisnis “ala Indonesia”. Hendaknya Pebisnis Jadilah diri sendiri.
Ayo, kini saatnya Jadi-lah diri sendiri! Ayo Indonesia Bangkit-lah!


9 Komentar

  1. k'baca mengatakan:

    “Ketika manusia sudah menyadari nikmatnya menjadi diri sendiri, maka ia akan menyesali upayanya selama ini untuk selalu menjadi seperti orang lain, karena sejatinya dengan menjadi seperti orang lain ia kehilangan dirinya sendiri.”

  2. djarkasih mengatakan:

    Saya pikir, memang harus dibangkitkan!
    Bangkitlah…!

  3. zulidamel mengatakan:

    Saya setuju, namun ini hanya slogan yang bernasib sama dengan “persatuan”. : Perhatikan saja jebolan jerman bikin gerombolan indonesia jerman, dan jebolan jepang bikin gerombolan indonesia Jepang dan mereka merasa lebih dari product dalam negeri, mereka tak akan pernah searah. Kita ambil saja contoh project cemerlang PT.DI yang mampu menampung banyak tenaga kerja tapi tidak dapat dilanjutkan karena tidak bisa menjual productnya. Bangsa kita terkotak-kotak disegala bidang. Tugas menjual itu seharusnya adalah tanggung jawab orang ekonomi dan legalitas tanggungjawab orang politik dan hukum. Hal serupa juga dapat dilihat dengan jelas pada perkembangan sistem pendidikan kita yang hanya tarik ulur. Menurut saya kita boleh saja mengadopsi dari luar selama itu baik dan mampu melepaskan ketergantungan kita terhadap bangsa lain. sehingga nasib bangsa ini berubah kepada yang lebih baik.

  4. Iwan Darmawansyah mengatakan:

    Bang Zul,
    Sepertinya pemikiran kita tidak ada perbedaan yang signifikan. Menurut saya prioritas utama pemabangunan adalah membangun jati diri anak negeri yang kuat baru kemudian fokus pada pembangunan dan pengembangan SDM yang berorientasi pada daya saing dan moderenisasi.

    Ironinya sekarang, Kebanyakan anak bangsa berkepribadian cengeng, tidak bersyukur, suka melawan orang tua dan bahkan ada yang mengeskloitasi orang tuanya, mudah menyerah, etos kerja rendah, materialistik, minder dengan apapun yg berbau asing dan terakhir adalah malu mengaku anak Indonesia.

    Dahulu anak nelayan dan petani miskin banyak yang kemudian menjadi orang sukses, karena kemiskinan menjadikan mereka tahan terhadap tekanan hidup dan memicu kreativitas dan kerja cerdas.

    Tetapi kita harus optimis. Ayo Bangkit!

  5. oRiDo mengatakan:

    gak ada salahnya utk mengutip atau meniru konsep2 yang memang sudah terbukti berhasil..
    tetapi jangan lupa juga utk disesuaikan dgn budaya yg ada di indonesia..
    jangan maen telan bulat2 konsep luar..

  6. iwan mengatakan:

    Setuju Bang Orido….

  7. riri mengatakan:

    assalamu’alaikum…………….

    waduh.. ini yang aku suka BE OUR SELF.

    he..he….
    INDONESIA BANGUUUNN… da siang nich…

    hari gini gitcu…..

    jangan mau hanya jadi penonton Bertindak dunk…

    tuch.. hutan, sungai, laut, darat, pulau pada ilang.

    dimakan sapa coba?????

    hmmmm……………

    oh… Allah hanya kmu yang berhak atas semuanya, ku memohon PadaMu berikanlah keberkahan dan kemulian dari bagsa kami ya Allah.

    amiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tunas Nusantara Jaya

indonesia_flag.gif

Berkibarlah Selalu

Blog Stats

  • 386,935 hits

Yang Sedang Belajar

website counter

Beasiswa Wirausaha, Mau?

Yang Cepet - Dapet!!! Klik Aja

beasiswa1.png

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: