Beranda » Opini » Terbelenggu Oleh Pikiran Buruknya Sendiri

Terbelenggu Oleh Pikiran Buruknya Sendiri

Kehidupan seperti panggung sandiwara. Ada Si kaya dan Si miskin. Ada Pengusaha dan ada karyawan. Ada Pemodal dan ada pekerja. Sepertinya hidup selalu berpasang-pasangan, siang-malam, benci-rindu, baik-buruk, salah-benar, sukses-gagal, untung-rugi dan lain sebagainya.

Hidup merupakan pilihan. Pilihan seseorang diwujudkan tidak sekedar ucapan semata, tetapi harus di buktikan dengan usaha. Gagasan perlu tetapi jauh lebih perlu adalah ikhtiar. Pilihan hidup seseorang dapat dilihat dari ikhtiar yang dikerjakannya.

Ia akan sukses kalau ikhtiarnya postitif dan akan gagal jika ikhtiarnya negatif. Ikhtiar Positif tentunya diawali Pikiran positif (the positive thinking). Kekuatan pikiran positif adalah maha dahsyat, sebaliknya pikiran buruk adalah maha menghancurkan. Pekerjaan yang diselimuti dengan pikiran buruk sudah dapat dipastikan hasilnyapun buruk. Jikalau tidak, tender yang dimenangkannya akan membawa masalah besar dikemudian hari. Seperti melonjaknya harga bahan, bencana alam, tak solidnya SDM, pengusutan KPK dan sebagainya. Contoh terbaru terdengan kabar Eksekutif Lippo tertangkap basah memberikan uang suap kepada M. Iqbal anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).
Tanpa disadari kegagalan banyak orang selama ini berawal karena ketidakyakinan mereka dengan apa yang mereka miliki. Sumberdaya yang dimiliki tidak mereka disyukuri dan diproses secara optimal mungkin. Mereka melangkah dengan keraguan bukan optimisme. Mereka terbelenggu oleh pikiran buruknya sendiri.

Bagaimana mungkin pihak lain akan menilai baik jika yang bersangkutan sendiri menggambarkan dirinya sendiri sosok yang buruk rupa dan menjijikkan.

Sebaliknya ketersedian sumberdaya yang cukupan saja, tetapi dikelola oleh sosok yang terbebas oleh pikiran buruknya cenderung menjadi sosok yang berhasil dan menjanjikan. Selanjutnya syarat penting yang tidak boleh diabaikan adalah kemampuan manajerial, yaitu kemampuan mengelola sumberdaya secara efektif, efisien dan produktif.

Mudah-mudah kita termasuk yang terbebas oleh pikiran buruk. Amin !


6 Komentar

  1. Saudara Qta mengatakan:

    IKUT NYAMBUNG CERITA PAK.
    SAYA SANGAT SETUJU, karena PIKIRAN BURUK AWAL DARI BENCANA, ARTINYA jika pikiran sudah busuk maka semua informasi / masukan / nasehat/ kritikan dari orang lain tidak akan diterima bahkan dicurigai bila perlu ditenggelamkan, tetapi jika PIKIRANNYA BAIK, maka setiap masukan akan diterima dengan baik sekalipun kritik yg pedas bahkan diajak duduk bersama, sebagaimana Rasulullah selalu berpikiran Positif, Rasulullah tidak suka berprasangka buruk kepada ummatnya yg melakukan kesalahan walaupun laporan dr sahabat2nya perihal kelakuan ummat ( baik / buruknya)tsb, Rasulullah tidak pernah langsung bertindak menjatuhi hukuman/ sanksi tetapi dengan kebijaksanaannya hari itu juga Rasul memanggil ummat yg melakukan kesalahan bersama orang yg melaporkannya, DITANYA KENAPA, DIMANA, MENGAPA DAN SEJAUHAMANa KESALAHANNYA sampai jelas siapa yg salah dan siapa yang salah, kemudian Rasullulah mengajak kembali kepada jalan Allah dan tidak ada sedikitpun rasa MARAH, dan Rasul mengajak SHALAT dan SABAR SEBAGAI BENTUK minta PERTOLONGAN KEPADANYA (Qs. 2: 152-154), bahkan minta ampun bersama-sama dengan mereka kepada Allah tanpa diakhiri dengan peRmusuhan DAN BELA DIRI, krn permusuhan dan kebencian akan mempersulit jalan RIZKI dan kesusahan di yaumil akhir, MARI KITA SEMUA SETIAP MELANGKAH MINTALAH pertolongan melalui SHALAT DAN SABAR, karena hati-hatilah SELAMA SHALATnya DIABAIKAN/diLALAIKAN WALAUPUN SATU WAKTU saja MAKA PIKIRAN AKAN selalu buruk/busuk, dan tidak akan ada kejujuran dan kebaikan dalam pikiran seseorang sebelum menegakan sahalatnya setiap waktu tanpa 1 x pun lewat, hati-hati dng orang yg berpikiran buruk seperti ini, kepada Allah saja sudah berani (dgn meninggalkan Shalat) apalagi terhadap manusia jelas akan lebih berani…..karena dia tidak takut akan diminta pertanggungjawabannya dilyaumil akhir kelak… wallauhu alam, mohon koreksi jika salah, mohon maaf pak iwan jika tulisan ini agak melenceng semoga bermanfaat minimal buat nasehat saya pribadi.

  2. Iwan Darmawansyah mengatakan:

    Saudara Qta
    Terimakasih komentarnya dan semoga dapat memperkaya tulisan dengan orientasi spiritual

  3. tipsbisnisuang mengatakan:

    halo mas iwan. sepakat dengan opini anda !
    saya melihat ada ketidakberesan sikap pada orang2 yang berani melakukan aksi kejahatan (apapun kejahatannya, termasuk para koruptor).
    Saya pun meyakini bahwa sikap2 tak terpuji itu merupakan gangguan cara pandang. cara pandang mereka terhadap uang, kekuasaan dan mungkin juga perempuan. jadi, anda punya ide mengenai perubahan cara pandang ?
    Thanks mas iwan, udah boleh bicara disini. kalo ada waktu main ke blog saya ya mas. Saya baru belajar nulis.
    terimaksih

    budi herprasetyo

  4. AGUS S mengatakan:

    Asalamualikum pak iwan apa kabar, kapan pak menulis lagi di blog untuk mengisi dunia pendidikan dan bisnis, erus maju pak iwan, salam dari Bandung

  5. Grace Sherlock z mengatakan:

    salah satunya banyak komen positif di dunia maya terutama facebook,twitter,saya ucapkan salam untuk semua LPF.

  6. aswan mengatakan:

    Setuju sekali bapak bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tunas Nusantara Jaya

indonesia_flag.gif

Berkibarlah Selalu

Blog Stats

  • 386,935 hits

Yang Sedang Belajar

website counter

Beasiswa Wirausaha, Mau?

Yang Cepet - Dapet!!! Klik Aja

beasiswa1.png

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: