Beranda » 9.Berita Hangat

9.Berita Hangat

Hasil SPMB 2: Kuliah atau bekerja ?

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Agustus 1st, 2007

 

 

Pengumuman SPMB sebentar lagi. Banyak harapan yang bergantung atas pengumuman yang memang mereka nantikan. Di tahun 1988 sampai 1990-an SPP kuliah di PTN hanya 120 ribu per semester dan jauh lebih murah daripada zaman sekarang yang berkisar jutaan, belasan juta bahkan ada yang ratusan juta. Salah satu penyebabnya adalah perubahan bentuk PTN menjadi BHMN.

Selembar Kertas “SAKTI”

Dalam konteks lain dalam situasi akhir sebagai hasil proses sistem pendidikan nasional bahwa ternyata bekerja adalah pilihan terbanyak dari para lulusan SLTA sekarang. Padahal formasi pekerjaan yang bermodal kan hanya selembar kertas “ijazah” SLTA jumlahnya jauh lebih sedikit daripada pesertanya. Hal ini terjadi karena para lulusan sarjana banting harga “degradasi” mau berlomba-lomba bersaing dengan yuniornya, anak-anak lulusan SMA.

Banyaknya lulusan sarjana menjadi pengangguran merupakan tamparan bagi stakeholder sistem pendidikan itu sendiri, terutama pemerintah dan pengelola perguruan tinggi serta masyarakat kaya. Mereka perlu melakukan terobosan baru yang inovatif dan tepat sasaran. Dengan demikian penyelenggaraan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasar tenaga kerja dan dunia usaha.

Mencoba Realistis

Kekuatan minat mereka untuk kuliah sesungguhnya cukup besar, tetapi mereka mencoba realistis. Kuliah dizaman sekarang mahal dan tidak terjangkau. Ditambah lagi dengan informasi bahwa para seniornya banyak yang menganggur. Seolah-olah SPMB menjadi pilihan pertama, utama, dan sekaligus terakhir mengingat biaya kuliah di PTS mahal dan tidak terjangkau. Jika ditanya bagaimana jika mereka tidak lulus SPMB? mereka menjawab pilihan selanjutnya tinggal satu, yaitu bagaimana saya dapat bekerja.

Sepintas keputusan bekerja adalah realistis. Tetapi terasa masih banyak ganjalannya, apalagi jika pola pikir ini berakar. Dengan hanya bermodal selembar kertas sakti , maka hakekatnya anak-anak negeri lebih memilih menjadi buruh daripada menjadi tuannya. Idealnya seharusnya mereka menjadi tuan dinegerinya sendiri !

Bagaimana nasib anak bangsa esok hari jikalau situasi ini tidak berubah ? Relakah kita, jika anak negeri sekedar menjadi buruh atas majikan “kapitalis” asing di negerinya sendiri?

Pejuangan perlu pengorbanan

Hidup adalah perjuangan. Pejuangan tak ada tanpa pengorbanan. Bagaimana solusinya? Apa yang harus kita lakukan?

Mari kita berkorban ! Ayo Indonesia Bangkit-lah ?

Berikan komentar….

Jadilah diri sendiri

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juli 22nd, 2007

 

Berbagai peristiwa lomba digandrungi anak negeri. Mulai dari tingkat RT sampat tingkat Olympiade “Internasional”. Mulai dari panjat pinang sampai dengan Super Rezeki. Para orang tua, guru dan pemimpin bangsa memiliki harapan yang besar agar anak-anak negeri tampil menjadi pemenang berbagai lomba. Tak mau ketinggalan para industri pertelevisian mengadakan lomba-lomba berhadiah, seperti : who want to be millionere, deal or no deal, Super Rezeki 1 MILYAR, Super deal 2 MILYAR dan SuperMilyarder 3 MILYAR.

Peminat acara kuis tersebut semakin hari semakin banyak. Sebaliknya informasi yang menggambarkan kehidupan asli anak negeri sepi penonton. Sambil memencet remote TV untuk mengganti saluran TV “Super rezeki” mereka mengerutu “hari ginie masih kuno”.

Selanjutnya…..

Indonesia vs Korsel : Hidup mati

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juli 18th, 2007

 

Pertandingan sepak bola Piala Asia 2007 semakin mendebarkan. Hari ini adalah pertandingan terakhir dan sangat menentukan bagi Indonesia maupun korsel. Peluang diatas kertas Indonesia lebih baik daripada Korsel dengan peringkat 2 klasemen grup sementara. Tetapi dari track rekord prestasi Korsel bikin dengkul gemetar pemain kesebelasan lawan manapun. Sebagai pelanggan setia Piala Dunia sudah barang tentu menjadi modal dasar untuk tampil meraih kemenangan. Kemampuan skill individu yang tinggi dan tim work yang solid menjadikan mereka pantas untuk memandang sebelah mata Tim manapun, termasuk Indonesia.

Dunia sepakbola menyebutkan bola adalah bundar, artinya hasil akhir pertandingan sesungguhnya sangat sulit diprediksikan. Siapa sangka Bahrain dapat mempecundangi Korsel. Tetapi itulah sepakbola.

Selanjutnya …..

KIAT SUKSES MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL DENGKUL

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juli 15th, 2007

Mencari pekerjaan sulit di zaman ini. Jumlah angkatan kerja tidak sesuai dengan ketersediaan formasi pekerjaan. Angka pengangguran meningkat setiap tahun. Data tentang pengangguran terbuka dari tahun 1996 ke 2000 meningkat, yaitu sebesar 4,228,115 orang (4,9%) tahun 1996 menjadi 5,965,795 orang (6,1%) pada tahun 2000. (Pengukuran pengangguran terbuka dalam sakernas, laporan # 35 paper statistik # 7, uzair suhaimi, yahya jammal, 2001)

Usaha sektor non formal menjadi pilihan mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Ironinya, kesempatan mendirikian usaha kecil tidak menarik bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan relatif tinggi.

Kompetensi Saja Sudah Cukup?

Idealnya lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan melakukan analitis, yaitu merubah persoalan yang rumit menjadi sederhana. Kemampuan analitis dapat digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan resiko dan peluang pendirian sebuah usaha.

Sayangnya kebanyakan lulusan perguruan tinggi lebih menonjolkan aspek munculnya dampak negatif daripada peluang bisnis itu sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian untuk memulai usaha.

Bagaimana mungkin cukup bagi penyelenggara program studi hanya dengan mengandalkan mata kuliah kewirausahaan (2 sks) untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknologi dan spirit kewirausahaan (technopreneurship). Apalagi sistem perkuliahaan kewirausahaan lebih banyak di ruang kelas.

Selanjutnya ….

 

 

 

 

Zinedine Zidane juga entrepreneur

 

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juli 6th, 2007

 

 

zidane.jpg

Kedatangan pemain bola dunia asal Perancis Zinedine Zidane ke istana untuk bertemu dengan presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono cukup menjadi perhatian untuk dilihat, bahkan agenda ini tidak hanya diliput televisi dalam acara berita atau news, tetapi juga diliput dalam acara infotainment yang notabene para pemirsanya adalah para penggemar gosip.

Keadaan ini menunjukkkan bahwa berita zinedine zidane bukan hanya menjadi idola para penggemar bola tapi juga penggemar gosip. apakah semua pemain bola atau olah ragawan bisa seperti itu semua? tentu saja tidak! Zinedine Zidane sudah bisa dijual layaknya selebritis karena dia punya jiwa “entertaint” yang bisa menarik para pemirsa, hal ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang entrepreneur.

Seandainya dilahirkan kembali, maukah anda menjadi seoarang Zidane sang “entrepreneur” ?

(terimakasih photo dikutip : mstar.com.my)

 

Spiritual Bisnis: Pebisnis “Aji Mumpung”dan Penanganan Bencana Semburan Lumpur “Lapindo” Porong Sidoarjo

 

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juni 30th, 2007

Peristiwa merupakan fakta yang tak terbantahkan. Setiap peristiwa selalu membawa dua pesan yang bertolak belakang satu dengan yang lain. Peristiwa dapat membuat sebagian atau seluruhnya berbahagia, tetapi sebaliknya dapat membuat duka dan kesedihan.

Tidak rela saudaranya menjadi sengsara

Setiap orang walau seakan tidak perduli dengan peristiwa yang tidak terkait secara langsung dengan kepentingan dirinya. Tetapi sedikit banyak terusik untuk mengomentari atas kejadian berbagai peristiwa. Seperti peristiwa musibah lemburan lumpur “lapindo” Porong Sidoarjo. Pada awalnya sebagian masyarakat Jakarta dan kota lainnya mengetahui berita tersebut dari liputan berita media jurnalistik. Pada mulanya biasa saja, tetapi ketika semburan itu terus menerus keluar dan menggenangi area tanah, sawah, ladang, dan rumah warga, maka mereka menjadi terusik dan heboh. Komentar pedaspun terdengar bersautan di pelosok negeri nun jauh dari Porong. Intinya mereka tidak rela saudaranya menjadi sengsara dan mendesak pertanggungjawaban pihak pengelola perusahaan lapindo. Selanjutnya musibah lokal cepat melebar menjadi isu nasional yang membutuhkan uluran tangan penguasa Nasional.

Peristiwa semburan lumpur yang mengakibatkan sebagian besar masyarakat khususnya pemilik tanah sekitar menjadi kehilangan rumah tempat tinggal, lahan produktif, pabrik dan sebagainya. Kesengsaraan warga ternyata juga membawa nikmat sebagian masyarakat lain, yaitu perusahaan katering, perusahaan konsultan, tenaga ahli asing dan lokal dan sebagainya.

Para Ahli Lokal tak mau ketinggalan

Perguruan tinggipun tidak mau ketinggalan, tim ahli ITB sudah berusaha melalui metoda bola beton. “Metoda bola beton ini bertujuan untuk mengurangi debit semburan lumpur, sehingga memperkecil volume semburan lumpur tersebut”.

Selanjutnya ……..

 

Hasil Ujian “UAN” Siswa dan Pebisnis


Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juni 16th, 2007

Ujian Akhir Nasional adalah isu hangat dewasa ini. Bagi peserta didik, UAN merupakan momok bagi kehidupannya. Para orang tua pun tidak kalah stres dibandingkan anaknya sendiri. Sulit dibayangkan cibiran rekan, tetangga, saudara ketika anaknya dinyatakan tidak lulus UAN.

Menampar kewibawaan Profesi Guru
Manajemen sekolah, guru dan jajarannya merasa seakan-akan dunia akan runtuh, ketika semua anak didiknya dinyatakan gagal lulus UAN. Oleh karenanya kita dengar bersama telah terjadi di berbagai pelosok negeri beberapa manajemen sekolah kompak untuk “mensukseskan UAN” dengan cara yang inovatif padahal sesungguhnya justru menampar kewibawaan profesi guru. Seperti kasus yang terjadi di Medan, Komunitas Air Mata Guru di Medan, benar-benar menangis dan memprotes semua kebohongan dan kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional SMP dan SMA yang justru dilakukan oleh para pendidik. Mereka menyaksikan bagaimana para sejawat membuat kunci jawaban dan memberikan kepada peserta ujian agar mereka lulus ujian nasional.

Guru adalah profesi mulia
Guru hadir ditengah-tengah masyarakat seharusnya bukan untuk membantu menjawab soal UAN bagi anak didiknya demi nama baik sekolah. Sesungguhnya Guru adalah profesi mulia dan berada pada garda terdepan dalam membentuk SDM yang berdaya saing tinggi dan mandiri. Dan Saya yakin, jauh lebih banyak guru-guru yang patut dibanggakan daripada yang bermasalah.

Di kesempatan lain, kita mendengar bahwa para petinggi Depdiknas pun tidak kalah tegangnya dengan DPR selaku wakil rakyat. Ketidak setujuan para wakil rakyat tentang UAN, direspon negatif oleh pemerintah dengan argumentasi pentingnya peningkatan kualitas lulusan bagi peningkatan daya saing bangsa.

Itulah fenomena kehidupan. Makna dari sebuah kata “Ujian”, yang sebenarnya merupakan salah satu faktor keberhasilan dari proses pembelajaran. Kemudian melebar kemana-mana.

Ujian adalah suatu upaya untuk menilai pengetahuan dan kemampuan peserta ujian. Nilai ujian pada nantinya tidak sekedar ukuran kapasitas peserta, tetapi juga sebagai evaluasi proses belajar mengajar.

Menjawab ujian bisnis
Dalam dunia bisnis, ujian adalah sebuah tantangan yang dapat mengagalkan pendapatan, keuntungan, atau bahkan membuat sebuah bisnis bangkrut. Tetapi sebaliknya ujian yang

Selanjutnya…….

 

Kuliah Gratis dan Lulus Jadi Wirausahawan: Ayo Daftar kuliah !

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juni 21st, 2007

Ujian akhir nasional (UAN 2007) sudah berakhir. Menyisakan kegembiraan bagi yang lulus, kekecewaan bagi yang tidak lulus atau asal lulus, dan kebingungan setelah kelulusan mau kemana.

Dalam pentas kehidupan kebingungan dan keraguan adalah hal lumrah. “Biasa saja”, Yusril Ihza Mahendra Mantan Mensesneg berkata, ketika menjawab pertanyaan wartawan sehbungan diberhentikannya sebagai menteri. Walaupun hati beliau mungkin berkata lain.

Kata “biasa saja” menurut penulis jangan diartikan sikap menyepelekan persoalan. Tetapi lebih tepat adalah sebagai sikap manusia yang tawakal. Ketika pemberhentian atas sebuah jabatan hendaknya diartikan sebagai takdir ilahi sebagai pertanda kasih sayang pada umatnya.

Sebelum takdir datang, kita semua diwajibkan untuk berusaha keras menjawab berbagai persoalan kehidupan, termasuk saudara-saudara calon mahasiswa. Suasana kegembiraan atas kelulusan segera diakhiri, karena tantangan besar sudah di depan mata. Pilihan yang tersedia tidak selalu sesuai dengan harapan dan ketersedian sumberdaya khususnya kecukupan uang.

Mahasiswa = penumpang kapal layar menuju pelabuhan cita-cita
Sebagai ilustasi, calon mahasiswa adalah penumpang kapal layar menuju pelabuhan cita-cita. Ada pelabuhan dokter, insinyur, ekonom, akuntan, pebisnis dan sebagainya. Pastinya para penumpang ingin sampai ke pelabuhan dengan cepat dan selamat serta ongkos yang murah.

Kapal cepat dan aman adalah kapal bagus, lengkap, teknologi baru dan diawaki yang oleh kru yang handal. Investasi pembangunan dan operasional kapal tersebut pasti mahal. Sehingga bagaimana mungkin ketika kapal diluncurkan hanya dibayar ongkos yang murah. Investor rugi besar.

Begitupula pengelolaan kampus yang kualitas memerlukan dana besar. Seperti untuk membeli tanah, membangun gedung, pengadaan sarana: lab. komputer, lab. bahasa, olah raga dan seni, sistem informasi, fasos dan lain sebagainya. Jadi bagaimana mungkin calon mahasiswa berkantong tipis dapat sampai dengan cepat dan aman ke pelabuhan karier dengan kapal “kampus handal”, yaitu kampus yang mampu mengawal masa depan penumpangnya kepada pelabuhan “cita-cita”.

Kuliah gratis bagi siswa prestasi dan “tidak mampu”
Memang jalur PMDK dan SPMB menjajikan. Sayangnya lebih sedikit kursi daripada peminatnya. Tetapi jangan pesimis dulu kawan. Keinginan dan tekad untuk kuliah jangan kendur karena jika teliti, masih ada jalan menuju roma. Kabarnya kuliah gratis bagi siswa prestasi dan “tidak mampu” tersedia di beberapa kampus dan salah satunya adalah STIE Tunas Nusantara (STIE-TN).

Selanjutnya……

 

Seputar SPMB : Kiat bijak memilih Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Bangkit

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada 10th Juni 2007

Keputusan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi merupakan pilihan yang ideal. Mengingat persaingan SDM semakin ketat dan penuh kejutan. Siapapun tidak mau menjadi pecundang, sebaliknya mereka ingin menjadi pemenang ditengah-tengah kehidupan manusia.

Keterbatasan sumberdaya ditengah-tengah kesulitan perekonomian keluarga dan rendahnya informasi, menjadikan memilih perguruan tinggi adalah pekerjaan yang sulit. Keputusan yang salah pada akhirnya akan membawa penyesalan dan pengorbanan yang besar. Arah putar jam tidak mungkin diputar balik kembali.

Berikut ini disampaikan beberapa kiat sukes memilih pergurun tinggi:

1. Menguji derajat kemauan untuk studi lanjut.

Kegagalan memilih perguruan tinggi dapat menjadi kenyataan dengan melihat seberapa kuat kemauan dan semangat calon mahasiswa itu sendiri. Apapun pilihannya, jika dilaksanakan dengan tekad kuat dan semangat yang tinggi akan memperkecil resiko kegagalan, dan membuka peluang kesuksesan berkarier. Ibarat batu keras yang menerima tetesan air secara terus menerus tanpa henti pada akhirnya batu tersebut akan pecah juga. Kapan batu tersebut pecah? Berapa lama batu tersebut akan pecah bergantung pada ketinggian air, tekanan air, debit air dan sebagainya. Dalam konteks ini, bergantung pada minat dan bakat saudara?

2. Menguji minat dan bakat

Selanjutnya………


8 Komentar

  1. salim mengatakan:

    good luck, teruskan pak perjuangannya, semuga dunia pendidikan Indonesia terus jaya

  2. suprie mengatakan:

    Maju terus STIE Tunas Nusantara semoga tambah dikenal masyarakat luas,dan dengan adanya kuliah dengan beasiswa,Masyarakat bisa kuliah tanpa harus dengan biaya mahal.

  3. Iwan Darmawansyah mengatakan:

    Bung Salim & bung Suprie.
    Terimaksih atas dukungannnya

  4. malik mengatakan:

    bung saya minta tolong…
    minta jurnal penulisan ilmiah tentang harga pokok pesanan….
    sebelumnya terima kasih…

  5. astri mulyanti mengatakan:

    sukses ya Pak…… maju terus,agar lebih dikenal oleh masyarakat luas….

  6. astri mulyanti mengatakan:

    Good Luck………

  7. Asep Robi K mengatakan:

    Pak Iwan, Plang STIE Tunas Nusantara yang di depan jalan raya, kurang besar ukurannya jadi masyarakat kurang memperhatikan bahwa ada Kampus yang bermutu tinggi dengan program Beasiswa dan wirausaha di Dewi sartika, Cawang. Terima Kasih.

  8. hmjatn21 mengatakan:

    Pak iwan, kami dari pengurus HMJA TN periode 2007/2008 telah membuat website atau blog sebagai sarana informasi bagi HMJA STIE Tunas Nusantara. Pak Iwan, mohon sekiranya bapak Iwan darmawansyah, SE, MM, Ak berkenan untuk memberikan sepatah atau dua patah sambutan di dalam website baru kami.

    Terima Kasih.

    Ttd.
    Pengurus HMJA
    STIE TN

    Email : hmja_tn21@yahoo.com
    Website : hmjatn21.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: